Monday, September 23, 2019

Sekilas Tentang ROM

Image result for rom computer
Pengertian ROM
Read-Only Memory atau ROM ini adalah salah satu memori yang ada dalam komputer. ROM ini sifatnya permanen, artinya program / data yang disimpan didalam ROM ini tidak mudah hilang atau berubah walau aliran listrik di matikan.
Menyimpan data pada ROM tidak dapat dilakukan dengan mudah, namun membaca data dari ROM dapat dilakukan dengan mudah. Biasanya program / data yang ada dalam ROM ini diisi oleh pabrik yang membuatnya. Oleh karena sifat ini, ROM biasa digunakan untuk menyimpan firmware(piranti lunak yang berhubungan erat dengan piranti keras).
Salah satu contoh ROM adalah ROM BIOS yang berisi program dasar system komputer yang mengatur / menyiapkan semua peralatan / komponen yang ada dalam komputer saat komputer dihidupkan.

Cara Kerja ROM
ROM (Read Only Memory) biasa juga disebut sebagai firmware merupakan jenis memori yang isinya tidak hilang ketika tidak mendapat aliran listrik dan pada awalnya isinya hanya bisa dibaca. ROM pada komputer disediakan oleh vendor komputer yang berisi program dan data. Di dalam sebuah PC, ROM biasa disebut sebagai BIOS (Basic Input/Output System) atau ROM-BIOS
Instruksi dalam BIOS inilah yang akan dijalankan oleh mikroprosesor ketika komputer mulai dihidupkan. Umumnya proses yang terkandung dalam BIOS secara berurutan adalah sebagai berikut:
  1. Memeriksa isi CMOS.
  2. Membuat penanganan interupsi (Interrupt Handlers) dan pengendali piranti (device driver)
  3. Menginisialisasi register dan manejemen daya listrik.
  4. Melakukan pengujian perangkat keras (POST atau the power-on self test) untuk memastikan bahwa semua perangkat keras dalam keadaan baik.
  5. Menampilkan pengaturan-pengaturan pada sistem.
  6. Menentukan piranti yang akan digunakan untuk menjalankan program (misalkan pirantinya adalah harddisk).
  7. Mengambil isi boot sector. Boot sector juga merupakan sebuah program kecil. Oleh BIOS program ini dimuat ke RAM dan kemudian mikroprosesor akan mengeksekusi perintah-perintah yang sudah berada dalam RAM tersebut.

Macam ROM 
  • PROM ( Progamble ROM)
Merupakan sebuah chip memory yang hanya dapat diisi data satu kali saja. Sekali saja program dimasukkan ke dalam sebuah PROM, maka program tersebut akan beradapada PROM seterusnya. Berbeda hanya dengan RAM, pada PROM data akan tetap aka nada walaupun computer dimatikan.
  • RPROM (Re-Programble ROM)
RPROM yaitu ROM yang bisa kita program kembali dengan catatan hanya boleh satu kali perubahan setelah itu tidak dapat lagi diprogram.
  • EPROM (Eraseble Programble ROM)
EPROM adalah jenis khusus PROM yang dapat dihapus dengan bantuan sinar ultra violet, setelah dihapus, EPROM dapat deprogram lagi.
  • EEPROM (Elektrically Eraseble Programble ROM)
EEPROM adalah tipe khusus dari PROM yang bisa dihapus dengan memakai perintah elektris. EEPROM dapat menyimpan isi datanya bahkan saat listrik sudah mati.

sumber:
http://hendipradana96.blogspot.com/2013/09/sejarah-rom-komputer.html
http://materisekolahonline.blogspot.com/2015/05/sejarah-perkembangan-rom.html
http://noryaniilkom15.blogspot.com/2016/04/perkembangan-sejarah-rom.html
Baca Selengkapnya
asjasb

Monday, September 16, 2019

PROSES SINGKAT BOOTING PADA KOMPUTER

Related image

Siapa yang tidak tahu dengan Komputer? Di jaman sekarang pasti tidak asing lagi dengan kata Komputer! Sebuah alat yang mengalami revolusi bentuk dan kecepatan proses. Lalu ketika kalian ingin menggunakan alat tersebut apa cuma dilihat saja? Tentunya bukan cuma dilihat tapi kita tekan tombol-tombol yang ada pada alat tersebut. Nah pada kesempatan ini mari saya bahas secara singkat mengenai apa yang dilakukan alat tersebut ketika kita tekan tombol power, apakah alat tersebut lari terbirit-birit?

Setelah kita menekan tombol power maka yang terjadi adalah proses booting dimana seluruh komponen yang terdapat pada komputer akan di cek terlebih dahulu sebelum siap menerima rangsangan perintah, langsung saja simak poin pentingnya dibawah ini.

Step singkat proses booting
  1. Power Supply
    Tekan tombol power untuk mengaktifkan power supply pada komputer, jika power supply bekerja baik maka lanjut ke step berikutnya
  2. CPU (CENTRAL PROCESSING UNIT)
    Jika CPU ini aktif dan bekerja normal maka langkah selanjutnya pengecekan BIOS
  3. BIOS (Basic Input/Output System)
    BIOS akan menjalankan POST terhadap perangkat apa saja yang ada dikomputer tersebut.
    Didalam bios sendiri kita bebas mengontrol perangkat input dan output*
  4. POST (Power On Self Test)
    Didalam proses POST, akan ditampilkan informasi keseluruhan perangkat yang terhubung
    Pengecekan perangkat seperti berfungsinya keyboard, mouse, kartu grafis, ram. Jika tidak berfungsi maka akan ditampilkan pesan error/ peringatan.
    Lalu untuk menyimpan semua informasi perangkat akan disimpan di CMOS
  5. Loading Drives (memuat drive penyimpanan)
    Jika semua berjalan dengan baik maka langkah selanjutnya proses booting Sistem Operas (Windows, Linux, Mac)
  6. Selesai

Pengertian singkat

Apa itu Booting? Booting adalah istilah yang dipakai, untuk menyebut proses loading awal saat kita menghidupkan Komputer. Proses tersebut bertujuan, untuk memeriksa Hardware serta memuat Software, sebelum Komputer bisa digunakan.

Bios adalah serangkaian instruksi firmware yang mengontrol parameter input dan output.

CMOS menyimpan semua peraturan bios atau informasi perangkat keras

POST serangkaian proses test yang dilakukan oleh komputer pada saat booting


Kesimpulan

Dari informasi diatas kita tahu proses apa yang terjadi ketika kita menekan tombol power pada komputer, tapi selain komputer seperti perangkat digital lainnya konsepnya sama seperti diatas dicek dahulu sebelum siap dipakai.

Untuk info secara detail silahkan cari sendiri, dalam proses booting ada istilah UEFI, cold booting dan banyak lain silahkan ekplore karna google selalu buka


Referensi:

https://turbofuture.com/computers/What-Happens-During-Computer-Boot-Up

https://www.youtube.com/watch?v=nTVVYsd6Cdg

https://www.youtube.com/watch?v=P-zWXbPh_dg
Baca Selengkapnya
asjasb

Wednesday, December 5, 2018

Cara Konfigurasi Ubiquiti Picostation M2 Sebagai Access Point

Cara Konfigurasi Ubiquiti Picostation M2 Sebagai Access Point

Assalamualaikum teman teman ,sudah lama saya tidak sharing ilmu yang saya dapatkan ,kini saya akan melanjutkan sharing saya ke kalian semua tentang ilmu apa yang telah saya dapatkan sehabis PKL di BLC telkom Klaten (Sejuta kenangan persahabatan .. hehehe..) dan akan tetap saya lanjutak di sekolah , meski waktu pun tersita juga dalam materi belajar di sekolah...

Kali ini bakal ada seminar Ubiquiti Di sekolah saya , saya turut senang dan langsung membantu jalan nya persiapan menjean seminar , Besok Selasa 13 Desember 2016 .Nah saya ada di bagian jaringan yaitu konfigurasi AP dan Instalasi Ubuntu 14.04 Desktop sebagai alat peraga yang akan digurakan pemateri kami.

LANGSUNG KE TAHAP PELAKSANAAN




Langsung aja ya ini Cara Konfigurasi Ubiquiti Picostation M2 Sebagai Access Point


Pengertian
 
UBIQUITI merupakan sebuah perusahaan yang mengkhususkan produksinya pada produk – produk wireless. Perusahaan yang berbasis di San Jose, California, Amerika ini telah beroperasi sejak tahun 2005. Sejak saat ini, mereka terus melakukan inovasi pada produk – produknya sehingga bisa mendunia seperti saat ini. Produk – produk wireless dari Ubiquiti sudah dikenal dan digunakan di banyak perusahaan, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya di seluruh dunia. Saat ini, berbagai produk dari perusahaan ini juga telah masuk ke pasaran Indonesia. Salah satunya adalah Akses point outdoor UBIQUITI.   

Ubiquiti Networks memiliki cukup banyak pilihan dalam kategori akses point outdoor UBIQUITi Ada tujuh produk utama yang mengkhususkan tipenya pada akses point outdoor, yaitu; PicoStation M, UniFi AP AC Outdoor, Rocket M, UniFi AP AC PRO, UniFi AP AC, UniFi AC, dan UniFi AP
Akses point outdoor UBIQUITI yang satu ini merupakan akses point yang dapat dipakai baik secara indoor maupun outdoor. Akses point ini hanya berukuran kecil tapi dapat bekerja dengan maksimal karena adanya fitur omni antenna dan performa single polarity. Alat ini dapat menghasilkan kekuatan akses hingga lebih dari 100 Mbps serta jangkauan akses hingga 500 meter. Dengan advanced technology pada software dan fitur perlindungan yang baik untuk pemasangan outdoor, alat ini akan sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Latar Belakang
Sebagai persiapan menjelang seminar ubiquiti di SMK Negeri 1 Dlanggu Mojokerto pada tanggal 13 Desember 2016 , saya mengkonfigurasi Ubiquiti Picostation M2 sebagai Access Point

Maksud dan Tujuan
Konfigurasi Ubiquiti Picostation M2 Sebagai Access Internet Pemateri nanti yaitu pak Onno W. Purbo dan Pak Dadang Setiawan .

Waktu yang Dibutuhkan
Kurang Lebih 5 menit dalam hal konfigurasi
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
  • Ubiquiti Picostation M2
  • Mikrotik sebagai sumber internet
  • Laptop
  • Dua kable UTP 



Tahap Pelaksanaan

 Pertama kita baca dulu buku manualnya
>bahwa terdapat dua port ,yang pertama port PoE terhubung ke Perangkat ubiquiti , kemudian port kedua yaitu LAN terhubung ke laptop kita

kemudian kita buat koneksi pada laptop kita , alamat default ubiquiti Picostation M2 adalah https://192.168.1.20 , dengan username ubnt dan password ubnt juga, 

kita kasih alamat semisal 192.168.1.50 dengan subnetmask 255.255.255.0
 jika sudah terkoneksi silahkan access alamat default ubiquiti tadi


 setelah itu masukan username dan password nya, kemudian pilih negara lalu , tekan login
 Inilah menu awal dari Ubiquiti Picostation M2
 kemudian pada menu wireless 
>ganti mode sebagai Access Point
>Kemudian ganti SSID semisal Hotspot SMKN 1 Dlanggu
>ganti IEEE dan Frequency sesuai kondisi jaringan di tempat anda


>kemudian pada wireless sequrity ganti dengan WPA2-AES , kemudian masukan asword yang akan digunakan
>Kemudian kita tekan Change
 Otomatis akan muncul tampilan seperti ini ,maka tekan apply
 lalu pada menu network 
>pilih mode bridge
>kemudian management IP Address , kita kasih DHCP , karena kondisi mikrotik di sekolah saya sudah terkonfigurasi dhcp server

kemudian Change
 lalu Apply
 lalu kita kmbali ke menu paling pojok kiri sendiri 
>hilangkan centang pada airMAX
>lalu Change
 kemudian Apply

Hasil dan Kesimpulan
Selain Berfungsi sebagai Access Point ,Perangkat ini juga bisa Meneruskan koneksi internet menggunakan Kabel maupun tidak ,semisal Repeater dan Wireless Distribution System
Referensi

Buku Manual Ubiquiti Picostation M2

Baca Selengkapnya

Tuesday, May 2, 2017

Cara Mengatasi GRUB Hilang saat Dualboot Windows 7 dan Linux Mint 18

Cara Mengatasi GRUB Hilang saat Dualboot Windows 7 dan Linux Mint 18

Asalamualaikum wr wb

Menginstal dua sistem operasi yang berbeda terkadang membuat kita bingung sistem operasi mana yang akan kita install dulu.
Umumnya sistem operasi windowsnya yang kita install dulu , baru selanjutnya linux karena GRUB yang diinstall dari linux
Maka dari itu paermasalahan yang sering muncul adalah kita sudah install linux dan menyayangkannya jika linux dihapus dan diinstall windows terlebih dahulu
Dan jika kita sudah install linux dan ingin langsung dilanjukan sistem operasi windows , kemungkinan besar GRUB akan hilang. Dan hanya bisa membuka windows dan tidak bisa membuka linux alias ketutup.
Tapi tidak usah kawatir karena untuk mengatasi masalah tersebut sangatlah mudah ternyata.

Akhir-akhir ini laptop saya yang berisikan windows7 dan linux mint 18, terdapat masalah di windowsnya . maka dari itu saya tidak ragu untuk menginstall ulang yang windows.Setelah install ulang windows saya sudah tidak dapat mengakses linux. Cara mengatasinya siapkan alat berikut:

1.Bootable linux mint 18 , atau kalau tidak ada pakai distro lain seperti ubuntu, debian dll.

Langkah-Langkah

1.Booting ke bootable linux mint 18
2.Kemudian buka terminal atau tekan Ctrl+alt+t
3.Kemudian login sebagai Superuser dengan mengetikan "sudo su" atau "sudo -i" nanti user mint akan pindah as superuser
 
4.Langkah selanjutnya lihat Partisi pada PC atau lapop dengan mengetik perintah fdisk -l
5.Kemudian kita lihat partisi yang ber Type Linux adalah Device /dev/sda3
6.Setelah mengetahui devicenya maka mount device tersebut ke directory /mnt dengan perintah
mount /dev/sda3 /mnt

7.Kemudian install GRUB dengan perintah

grub-install --root-directory /mnt/ /dev/sda

Lalu akan muncul pemberitahuan jika No error reported maka installasi berhasil
8.kemudian restart PC atau Laptop dengan perintah reboot
Selesai
Demikian CARA MENGATASI GRUB HILANG SAAT DUALBOOT, semoga makin bermanfaat bagi kita semua.jangan lupa share ya
Baca Selengkapnya

Monday, May 1, 2017

CCNA R/S Pengertian dan Konfigurasi Point-to-Point Protocol (PPP) Cisco Packet Tracer

CCNA R/S Pengertian dan Konfigurasi Point-to-Point Protocol (PPP)  Cisco Packet Tracer

Pengertian PPP
 
Sering disingkat menjadi PPP adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link (layer 2)  dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.

Fitur  PPP
  1. Dapat digunakan di interface fisik : asynchronous serial, synchronous serial (dial-up), ISDN
  2. Mendukun Multiple Protocol Layer Network, misal IP, IPX, AppleTalk
  3. Menyediakan autentikasi (optional) Melalui PAP (2-way authentication) atau CHAP (3-way authentication)
  4. Mendukung koneksi Multilink, loadbalancing Traffic melalui multiple link fisik
  5. Terdapat LQM (Link Quality Monitoring) yang dapat mendeteksi link error dan otomatis mematikan link jika terdapat banyak error
  6. Terdapat loop link detection, yang dapat mendeteksi adanya looping
  7. Menggunakan dua protokol utama untuk establish dan memaintain link yaitu LCP (Link Control Protocol) dan NCP (Network Control Protocol)
  8. PPP menggunakan Tingkat Tinggi Data Link Control (HDLC) protokol sebagai dasar untuk encapsulating datagrams lebih link point-to-point 
  9. PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment  (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
  10. PPP protocol mendukung authentication kedua jenis clear text PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol)  
  11. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju karenanya
    PPP protocol mendukung berbagai macam protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sebagainya.
     
PPP mengandung Header yang mengindikasikan pemakaian protocol layer Network.PPP protocol Link Control Protocol (LCP) merupakan satu set layanan yang melaksanakan setup link dan memiliki Fase sebagai berikut :
·        Link Entablisment and Negotiation, mencoba untuk membentuk link dengan router lawan (pembentukan link) request link dan router tetangga mengirim acnowlegment dengan isi [setuju atau tidak]. Pada fase ini akan menawarkan opsi :
o   Authentication, mengirim dalam persetujuan PAP atau CHAP
o   Compression, setiap mengirim dalam bentuk di kompres atau tidak
o   Multilink, dalam satu interface dalpat membuat beberapa virtual link
·        Determination Link Qualitiy, menentukan kualitas linknya (optional)
·        NCP (Network Control Protocol) berfungsi mengontrol establisment

PPP protocol dapat berjalan pada bermacam-macam standard physical synchronous danasynckronous termasuk :
          >Serial Asynchronous seperti dial-up 
          >ISDN 
          >Serial synchronous 
          >HIgh Speed Serial Interface (HSSI)
 Konfigurasi
  •  Setup PPP encapsulation pada interface 
(IF) encapsuation ppp
note: encapsulation ppp harus di setup dulu sebelum konfigurasi autentikasi atau kompresi
  • Pilih mode autentikasi PAP atau CHAP (optional)
(IF) ppp authentication <chap|pap>
  • Apabila autentikasi digunakan, buatlah username dan password 
(IF) username <hostname> password <paasword>
  • Mengaktifkan kompresi
(IF) ppp compression
 =================================================================== 
KONFIGURASI POINT-TO-POINT PROTOCOL (PPP) CISCO PACKET TRACER
===================================================================
Tujuan
  • Setting Routing
  • Setting enkapsulasi PPP 

siapkan topologinya seperti gamabr dibawah , sudah tertera IP address masing masing device
 kemudian kasih ip address tiap end device


=======================================================================
Konfigurasi Routing OSPF ID 1
=======================================================================
Setting Routing
  •  Aktifkan Routing OSPF single-area pada semua router dan menggunakan proses ID 1.Tambahkan semua network ke dalam proses OSPF kecuali 209.165.200.224/27
Central

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname central
central(config)#int ser0/0/0
central(config-if)#ip address 10.1.1.2 255.255.255.252
central(config-if)#no sh
central(config-if)#int se0/0/1
central(config-if)#ip address 10.2.2.2 255.255.255.252
central(config-if)#no sh
central(config)#int lo0
central(config-if)#ip address 209.165.200.225 255.255.255.224
central(config-if)#ex
central(config)#router ospf 1
central(config-router)#net 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
central(config-router)#net 10.2.2.0 0.0.0.3 area 0
central(config-router)#ex
central(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
central(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
central(config)#


Branch1

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname branch1
branch1(config)#int se0/0/0
branch1(config-if)#ip add 10.1.1.1 255.255.255.252
branch1(config-if)#n sh
branch1(config-if)#int gig0/0
branch1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
branch1(config-if)#no sh
branch1(config-if)#ex
branch1(config)#router ospf 1
branch1(config-router)#net 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
branch1(config-router)#net 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
branch1(config-router)#ex
branch1(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
branch1(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
branch1(config)#


Branch2

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname branch2
branch2(config)#int se0/0/1
branch2(config-if)#ip add 10.2.2.1 255.255.255.252
branch2(config-if)#n sh
branch2(config-if)#int gig0/0
branch2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
branch2(config-if)#no sh
branch2(config-if)#ex
branch2(config)#router ospf 1
branch2(config-router)#net 10.2.2.0 0.0.0.3 area 0
branch2(config-router)#net 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
branch2(config-router)#ex
branch2(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
branch2(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
branch2(config)#
======================================================================
Verifikasi
======================================================================
Ping ke masing masing end device


==========================================================
KONFIGURASI ENKAPSULASI PPP ANTARA BRANCH1 DAN CENTRAL
==========================================================


branch1#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.1/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation HDLC, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 61 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 62 bits/sec, 0 packets/sec
     146 packets input, 9868 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     138 packets output, 9272 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 2 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

branch1#
Harap diingat bahwa HDLC sebagai default enkapsulasi pada serial router cisco , maka harus diubah ke PPP
=========================================================


branch1#conf ter
branch1(config)#int se0/0/0
branch1(config-if)#encapsulation ppp

=========================================================
se0/0/0 di branch masih DOWN , karena int se0/0/0 di central belum di config PPP


branch1(config-if)#ex
branch1(config)#ex
branch1#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

branch1#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     192.168.1.1     YES manual up                    up
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.1        YES manual up                    down
Serial0/0/1            unassigned      YES unset  administratively down down
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
branch1#

=========================================================
Setting enkapsilasi PPP
central(config)#int se0/0/0
central(config-if)#encapsulation ppp
central(config-if)#

=========================================================
Kita lihat lagi bahwa sudah terenkapsulasi PPP di branch1
branch1#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.1/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation PPP, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  LCP Open
  Open: IPCP, CDPCP
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 16 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 17 bits/sec, 0 packets/sec
     15 packets input, 1160 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     13 packets output, 868 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

branch1#

=========================================================
Begitu juga dengan Router Central
central#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.2/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation PPP, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  LCP Open
  Open: IPCP, CDPCP
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 26 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 25 bits/sec, 0 packets/sec
     21 packets input, 1456 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     18 packets output, 1376 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

central#

========================================================
maka otomatis akan UP sendiri ketika sudah dienkapsulasi antara Branch1 dan Central
branch1#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     192.168.1.1     YES manual up                    up
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.1        YES manual up                    up
Serial0/0/1            unassigned      YES unset  administratively down down
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
branch1#
central#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     unassigned      YES unset  administratively down down
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.2        YES manual up                    up
Serial0/0/1            10.2.2.2        YES manual up                    up
Loopback0              209.165.200.225 YES manual up                    up
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
central#

==========================================================
KONFIGURASI ENKAPSULASI PPP ANTARA BRANCH2 DAN CENTRAL
==========================================================


central(config)#int se0/0/1
central(config-if)#encapsulation ppp
central(config-if)#

=======================================================
branch2(config)#int se0/0/1
branch2(config-if)#encapsulation ppp
branch2(config-if)#
=======================================================
LAKUKAN PENGECEKAN SEPERTI ANTARA BRANCH1 DAN CENTRAL
=======================================================
Jika sudah selesai verifikasi konektifitas end-to-end dengan cara test ping antar PC0 dan PC1, pastikan bahwa bisa saling ping antara router Central dan branch2 dan routing OSPF berjalan dengan normal.

Untuk file .pkt dapat kamu DOWNLOAD DISINI
Kamu juga bisa streaming Tutorialnya DISINI
atau lihat video dibawah



Referensi
  • https://learningto-earning.blogspot.sg/2016/03/pengertian-point-to-point-protocol-ppp.html?showComment=1493551006584#c8765029278945884383 
  • CCNA lab Guide NIXTRAIN
 
Baca Selengkapnya