Tuesday, May 2, 2017

Cara Mengatasi GRUB Hilang saat Dualboot Windows 7 dan Linux Mint 18

Cara Mengatasi GRUB Hilang saat Dualboot Windows 7 dan Linux Mint 18

Asalamualaikum wr wb

Menginstal dua sistem operasi yang berbeda terkadang membuat kita bingung sistem operasi mana yang akan kita install dulu.
Umumnya sistem operasi windowsnya yang kita install dulu , baru selanjutnya linux karena GRUB yang diinstall dari linux
Maka dari itu paermasalahan yang sering muncul adalah kita sudah install linux dan menyayangkannya jika linux dihapus dan diinstall windows terlebih dahulu
Dan jika kita sudah install linux dan ingin langsung dilanjukan sistem operasi windows , kemungkinan besar GRUB akan hilang. Dan hanya bisa membuka windows dan tidak bisa membuka linux alias ketutup.
Tapi tidak usah kawatir karena untuk mengatasi masalah tersebut sangatlah mudah ternyata.

Akhir-akhir ini laptop saya yang berisikan windows7 dan linux mint 18, terdapat masalah di windowsnya . maka dari itu saya tidak ragu untuk menginstall ulang yang windows.Setelah install ulang windows saya sudah tidak dapat mengakses linux. Cara mengatasinya siapkan alat berikut:

1.Bootable linux mint 18 , atau kalau tidak ada pakai distro lain seperti ubuntu, debian dll.

Langkah-Langkah

1.Booting ke bootable linux mint 18
2.Kemudian buka terminal atau tekan Ctrl+alt+t
3.Kemudian login sebagai Superuser dengan mengetikan "sudo su" atau "sudo -i" nanti user mint akan pindah as superuser
 
4.Langkah selanjutnya lihat Partisi pada PC atau lapop dengan mengetik perintah fdisk -l
5.Kemudian kita lihat partisi yang ber Type Linux adalah Device /dev/sda3
6.Setelah mengetahui devicenya maka mount device tersebut ke directory /mnt dengan perintah
mount /dev/sda3 /mnt

7.Kemudian install GRUB dengan perintah

grub-install --root-directory /mnt/ /dev/sda

Lalu akan muncul pemberitahuan jika No error reported maka installasi berhasil
8.kemudian restart PC atau Laptop dengan perintah reboot
Selesai
Demikian CARA MENGATASI GRUB HILANG SAAT DUALBOOT, semoga makin bermanfaat bagi kita semua.jangan lupa share ya
Baca Selengkapnya

Monday, May 1, 2017

CCNA R/S Pengertian dan Konfigurasi Point-to-Point Protocol (PPP) Cisco Packet Tracer

CCNA R/S Pengertian dan Konfigurasi Point-to-Point Protocol (PPP)  Cisco Packet Tracer

Pengertian PPP
 
Sering disingkat menjadi PPP adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link (layer 2)  dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.

Fitur  PPP
  1. Dapat digunakan di interface fisik : asynchronous serial, synchronous serial (dial-up), ISDN
  2. Mendukun Multiple Protocol Layer Network, misal IP, IPX, AppleTalk
  3. Menyediakan autentikasi (optional) Melalui PAP (2-way authentication) atau CHAP (3-way authentication)
  4. Mendukung koneksi Multilink, loadbalancing Traffic melalui multiple link fisik
  5. Terdapat LQM (Link Quality Monitoring) yang dapat mendeteksi link error dan otomatis mematikan link jika terdapat banyak error
  6. Terdapat loop link detection, yang dapat mendeteksi adanya looping
  7. Menggunakan dua protokol utama untuk establish dan memaintain link yaitu LCP (Link Control Protocol) dan NCP (Network Control Protocol)
  8. PPP menggunakan Tingkat Tinggi Data Link Control (HDLC) protokol sebagai dasar untuk encapsulating datagrams lebih link point-to-point 
  9. PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment  (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
  10. PPP protocol mendukung authentication kedua jenis clear text PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol)  
  11. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju karenanya
    PPP protocol mendukung berbagai macam protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sebagainya.
     
PPP mengandung Header yang mengindikasikan pemakaian protocol layer Network.PPP protocol Link Control Protocol (LCP) merupakan satu set layanan yang melaksanakan setup link dan memiliki Fase sebagai berikut :
·        Link Entablisment and Negotiation, mencoba untuk membentuk link dengan router lawan (pembentukan link) request link dan router tetangga mengirim acnowlegment dengan isi [setuju atau tidak]. Pada fase ini akan menawarkan opsi :
o   Authentication, mengirim dalam persetujuan PAP atau CHAP
o   Compression, setiap mengirim dalam bentuk di kompres atau tidak
o   Multilink, dalam satu interface dalpat membuat beberapa virtual link
·        Determination Link Qualitiy, menentukan kualitas linknya (optional)
·        NCP (Network Control Protocol) berfungsi mengontrol establisment

PPP protocol dapat berjalan pada bermacam-macam standard physical synchronous danasynckronous termasuk :
          >Serial Asynchronous seperti dial-up 
          >ISDN 
          >Serial synchronous 
          >HIgh Speed Serial Interface (HSSI)
 Konfigurasi
  •  Setup PPP encapsulation pada interface 
(IF) encapsuation ppp
note: encapsulation ppp harus di setup dulu sebelum konfigurasi autentikasi atau kompresi
  • Pilih mode autentikasi PAP atau CHAP (optional)
(IF) ppp authentication <chap|pap>
  • Apabila autentikasi digunakan, buatlah username dan password 
(IF) username <hostname> password <paasword>
  • Mengaktifkan kompresi
(IF) ppp compression
 =================================================================== 
KONFIGURASI POINT-TO-POINT PROTOCOL (PPP) CISCO PACKET TRACER
===================================================================
Tujuan
  • Setting Routing
  • Setting enkapsulasi PPP 

siapkan topologinya seperti gamabr dibawah , sudah tertera IP address masing masing device
 kemudian kasih ip address tiap end device


=======================================================================
Konfigurasi Routing OSPF ID 1
=======================================================================
Setting Routing
  •  Aktifkan Routing OSPF single-area pada semua router dan menggunakan proses ID 1.Tambahkan semua network ke dalam proses OSPF kecuali 209.165.200.224/27
Central

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname central
central(config)#int ser0/0/0
central(config-if)#ip address 10.1.1.2 255.255.255.252
central(config-if)#no sh
central(config-if)#int se0/0/1
central(config-if)#ip address 10.2.2.2 255.255.255.252
central(config-if)#no sh
central(config)#int lo0
central(config-if)#ip address 209.165.200.225 255.255.255.224
central(config-if)#ex
central(config)#router ospf 1
central(config-router)#net 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
central(config-router)#net 10.2.2.0 0.0.0.3 area 0
central(config-router)#ex
central(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
central(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
central(config)#


Branch1

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname branch1
branch1(config)#int se0/0/0
branch1(config-if)#ip add 10.1.1.1 255.255.255.252
branch1(config-if)#n sh
branch1(config-if)#int gig0/0
branch1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
branch1(config-if)#no sh
branch1(config-if)#ex
branch1(config)#router ospf 1
branch1(config-router)#net 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
branch1(config-router)#net 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
branch1(config-router)#ex
branch1(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
branch1(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
branch1(config)#


Branch2

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname branch2
branch2(config)#int se0/0/1
branch2(config-if)#ip add 10.2.2.1 255.255.255.252
branch2(config-if)#n sh
branch2(config-if)#int gig0/0
branch2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
branch2(config-if)#no sh
branch2(config-if)#ex
branch2(config)#router ospf 1
branch2(config-router)#net 10.2.2.0 0.0.0.3 area 0
branch2(config-router)#net 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
branch2(config-router)#ex
branch2(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
branch2(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
branch2(config)#
======================================================================
Verifikasi
======================================================================
Ping ke masing masing end device


==========================================================
KONFIGURASI ENKAPSULASI PPP ANTARA BRANCH1 DAN CENTRAL
==========================================================


branch1#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.1/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation HDLC, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 61 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 62 bits/sec, 0 packets/sec
     146 packets input, 9868 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     138 packets output, 9272 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 2 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

branch1#
Harap diingat bahwa HDLC sebagai default enkapsulasi pada serial router cisco , maka harus diubah ke PPP
=========================================================


branch1#conf ter
branch1(config)#int se0/0/0
branch1(config-if)#encapsulation ppp

=========================================================
se0/0/0 di branch masih DOWN , karena int se0/0/0 di central belum di config PPP


branch1(config-if)#ex
branch1(config)#ex
branch1#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

branch1#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     192.168.1.1     YES manual up                    up
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.1        YES manual up                    down
Serial0/0/1            unassigned      YES unset  administratively down down
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
branch1#

=========================================================
Setting enkapsilasi PPP
central(config)#int se0/0/0
central(config-if)#encapsulation ppp
central(config-if)#

=========================================================
Kita lihat lagi bahwa sudah terenkapsulasi PPP di branch1
branch1#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.1/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation PPP, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  LCP Open
  Open: IPCP, CDPCP
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 16 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 17 bits/sec, 0 packets/sec
     15 packets input, 1160 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     13 packets output, 868 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

branch1#

=========================================================
Begitu juga dengan Router Central
central#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.2/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation PPP, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  LCP Open
  Open: IPCP, CDPCP
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 26 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 25 bits/sec, 0 packets/sec
     21 packets input, 1456 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     18 packets output, 1376 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

central#

========================================================
maka otomatis akan UP sendiri ketika sudah dienkapsulasi antara Branch1 dan Central
branch1#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     192.168.1.1     YES manual up                    up
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.1        YES manual up                    up
Serial0/0/1            unassigned      YES unset  administratively down down
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
branch1#
central#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     unassigned      YES unset  administratively down down
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.2        YES manual up                    up
Serial0/0/1            10.2.2.2        YES manual up                    up
Loopback0              209.165.200.225 YES manual up                    up
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
central#

==========================================================
KONFIGURASI ENKAPSULASI PPP ANTARA BRANCH2 DAN CENTRAL
==========================================================


central(config)#int se0/0/1
central(config-if)#encapsulation ppp
central(config-if)#

=======================================================
branch2(config)#int se0/0/1
branch2(config-if)#encapsulation ppp
branch2(config-if)#
=======================================================
LAKUKAN PENGECEKAN SEPERTI ANTARA BRANCH1 DAN CENTRAL
=======================================================
Jika sudah selesai verifikasi konektifitas end-to-end dengan cara test ping antar PC0 dan PC1, pastikan bahwa bisa saling ping antara router Central dan branch2 dan routing OSPF berjalan dengan normal.

Untuk file .pkt dapat kamu DOWNLOAD DISINI
Kamu juga bisa streaming Tutorialnya DISINI
atau lihat video dibawah



Referensi
  • https://learningto-earning.blogspot.sg/2016/03/pengertian-point-to-point-protocol-ppp.html?showComment=1493551006584#c8765029278945884383 
  • CCNA lab Guide NIXTRAIN
 
Baca Selengkapnya

Wednesday, April 26, 2017

CCNA R/S Frame Relay dan Lab Konfigurasi di Cisco Packet Tracer 7.0

CCNA R/S Frame Relay dan Lab Konfigurasi di Cisco Packet Tracer 7.0

Pengertian Frame Relay

Frame relay adalah standart packet switching untuk komunikasi WAN melalui jalur digital , frame relay menyediakan error detection bukan error recovery. End device bertanggung jawab untuk request pengiriman ulang apabila ada packet yang hilang.

Frame relay menyediakan transfer data sampai 1.54 Mbps dan memiliki variable packet yang disebut frame yang dapat digunakan sebagai backbone LAN. Konfigurasi ini juga dapat diimplementasikan melalui berbagai Jalur koneksi (56K, T1, T3) yang beroperasi pada layer 1 Physical dan Layer 2 Data Link pada OSI layer dan menggunakan 1 koneksi dan kabel serial interface.

LANGSUNG MENUJU KE LAB KONFIGURASI FRAME RELAY KLIK LINK BAWAH
LAB KONFIGURASI FRAME RELAY DI CISCO PACKET TRACER 7.0

atau VIDEO LAB KONFIGURASI FRAME RELAY

Istilah pada Perangkat Frame Relay

Sebuah jaringan frame relay terdiri dari “endpoint” (PC, server, komputer host), perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1). Perangkat-perangkat tersebut dibagi menjadi dua kategori yang berbeda:
framerelaywan.gif
  • DTE: Data Terminating Equipment
DTE adalah node, biasanya milik end-user dan perangkat internetworking. Perangkat DTE ini mencakup “endpoint” dan perangkat akses pada jaringan Frame Relay. DTE yang memulai suatu pertukaran informasi.
  • DCE: Data Communication Equipment
DCE adalah perangkat “internetworking” pengontrol “carrier”. Perangkat-perangkat ini juga mencakup perangkat akses, teatpi terpusat di sekitar perangkat jaringan. DCE merespon pertukaran informasi yang dimulai oleh perangkat DTE.
Virtual Circuit (VC) Frame Relay
Pengantar Virtual Circuit (VC)
Suatu jaringan frame relay sering digambarkan sebagai awan frame relay (frame relay cloud), karena jaringan frame relay network bukan terdiri dari satu koneksi fisik antara “endpoint” dengan lainnya, melainkan jalur/path logika yang telah didefinisikan dalam jaringan. Jalur ini didasarkan pada konsep virtual circuit (VC). VC adalah dua-arah (two-way), jalur data yang didefinisikan secara software antara dua port yang membentuk saluran khusur (private line) untuk pertukaran informasi dalam jaringan.Terdapat dua tipe virtual circuit (VC):
  • Switched Virtual Circuit (SVC)
  • Permanent Virtual Circuit (PVC)
Switched Virtual Circuit (SVC)
Switched Virtual Circuits (SVC), adalah koneksi sementara yang digunakan ketika terjadi transfer data antar perangkat DTE melewati jaringan Frame Relay. Terdapat empat status pada sebuah SVC:
svc.gif
Empat status pada SVC :
  1. Call setup
  2. Data transfer
  3. Idling
  4. Call termination
Status SVC
Call Setup
svc_setup.gif
Call Setup: Dalam status awal memulai komunikasi, virtual circuit (vc) antar dua perangkat DTE Frame Relay terbentuk.
Data Transfer
svc_data.gif
Data Transfer: Kemudian, data ditransfer antar perangkat DTE melalui virtual circuit (vc).
Idling
svc_idle.gif
Idling: Pada kondisi “idling”, koneksi masih ada dan terbuka, tetapi transfer data telah berhenti.
Call Termination
svc_terminate.gif
Call Termination: Setelah koneksi “idle” untuk beberapa perioda waktu tertentu, koneksi antar dua DTE akan diputus.
Permanent Virtual Circuit (PVC)
pvc.gif
PVC adalah jalur/path tetap, oleh karena itu tidak dibentuk berdasarkan permintaan atau berdasarkan “call-by-call”. Walaupun jalur aktual melalui jaringan berdasarkan variasi waktu ke waktu (TDM) tetapi “circuit” dari awal ke tujuan tidak akan berubah. PVC adalah koneksi permanen terus menerus seperti “dedicated point-to-point circuit”.
Perbandingan PVC vs SVC
PVC lebih populer karena menyediakan alternatif yang lebih murah dibandingkan “leased line”. Berbeda dengan SVC, PVC tidak pernah putus (disconnect), oleh karena itu, tidak pernah terdapat status “call setup” dan “termination”. Hanya terdapat 2 status :
  • Data transfer
  • Idling
Format Frame “Frame Relay”
Struktur Frame
Dalam sebuah frame Frame Relay, paket data user tidak berubah, Frame Relay menambahkan header dua-byte pada paket. Struktur frame adalah sebagai berikut:
framerelay_frame.gif
  • Flags – menandakan awal dan akhir sebuah frame
  • Address – terdiri dari DCLI (data link connection identifier), Extended Address (EA), C/R, dan “Congestion control information”
  • DLCI Value – menunjukkan nilai dari “data link connection identifier”. Terdiri dari 10 bit pertama dari “Address field”/alamat.
  • Extended Address (EA) – menunjukkan panjang dari “Address field”, yang panjangnya 2 bytes.
  • C/R – Bit yang mengikuti byte DLCI dalam “Address field”. Bit C/R tidak didefinisikan saat ini.
  • Congestion Control – Tiga bit yang mengontrol mekanisme pemberitahuan antrian (congestion) Frame Relay.
  • Data – terdiri dari data ter-encapsulasi dari “upper layer” yang panjangnya bervariasi.
  • FCS – (Frame Check Sequence) terdiri dari informasi untuk meyakinkan keutuhan frame.
Pendeteksi Error pada Frame Relay
Frame Relay menerapkan pendeteksi “error” pada saluran transmisi, tetapi Frame Relay tidak memperbaiki “error”. Jika terdeteksi sebuah “error”, frame akan dibuang (discarded) dari saluran transmisi. Proses seperti ini disebut :
Cyclic redundancy check (CRC)
Cyclic redundancy check (CRC) adalah sebuah skema “error-checking” yang mendeteksi dan membuang data yang rusak (corrupted). Fungsi yang memperbaiki error (Error-correction) (seperti pengiriman kembali/retransmission data) diserahkan pada protokol layer yang lebih tinggi (higher-layer).
Implementasi Frame Relay
Frame Relay dapat digunakan untuk jaringan publik dan jaringan “private” perusahaan atau organisasi.
Jaringan Publik
Pada jaringan publik Frame Relay, “Frame Relay switching equipment” (DCE) berlokasi di kantor pusat (central) perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi. Pelanggan hanya membayar biaya berdasarkan pemakain jaringan, dan tidak dibebani administrasi dan pemeliharan perangkat jaringan Frame Relay.
Jaringan “Private”
Pada jaringan “private” Frame Relay, administrasi dan pemeliharaan jaringan adalah tanggungjawab perusahaan (private company). Trafik Frame Relay diteruskan melalui “interface” Frame Relay pada jaringan data. Trafik “Non-Frame Relay” diteruskan ke jasa atau aplikasi yang sesuai (seperti “private branch exchange” [PBX] untuk jasa telepon atau untuk aplikasi “video-teleconferencing”).
CARA KERJA
Frame relay (FR) merupakan protocol WAN yang mempunyai performance tinggi yang bisa memberikan koneksi jaringan WAN sampai 2,048 Mbps (dan bahkan bisa lebih tinggi) ke berbagai belahan dunia. FR menggunakan circuit virtual untuk koneksi site-2 dan memberikan lebar pipa bandwidth berskala yang bisa dijamin (dengan menggunakan apa yang disebut sebagai CIR- committed information rate). FR begitu popular karena penawaran bandwidth yang berskala melalui jalur digital. Dengan menggunakan konfigurasi standard FR akan merupakan cara yang sederhana untuk meminimalkan masalah-masalah jaringan.
Frame relay didesign untuk transmisi digital melalui medium yang sudah handal, yang pada umumnya adalah fiber optic, bandingkan dengan jaringan yang menggunakan X.25 yang pada awalnya didesign untuk jaringan transmisi analog melalui medium yang dianggap tidak handal seperti standard line telpon.
Berikut ini adalah fitur utama dari frame relay:
  • Memberikan deteksi error tapi tidak memberikan recovery error.
  • Memberikan transfer data sampai 1.54Mbs
  • Mempunyai ukuran paket yang bervariable (disebut frame)
  • Bisa dipakai sebagai koneksi backbone kepada jaringan LAN
  • Bisa dimplementasikan melalui berbagai macam koneksi sambungan (56K, T1, T3)
  • Beroperasi pada layer physical dan layer Data link pada model OSI
Saat anda menandatangani kontrak berlangganan jasa frame relay, anda akan diberikan level layanan yang disebut CIR – committed Information Rate. CIR adalah batas jaminan maksimal rate transmisi yang akan anda terima. Jika traffic jaringan rendah, anda bisa mengirim data dengan cepat seakan melebihi batas maksimal CIR. Jika traffic meningkat, prioritas akan diberikan pada data yang datang dari cutomer dengan CIR yang lebih tinggi, dan rate efektifnya akan drop.
Karena frame relay mengasumsikan medium transmisi yang handal, setiap switch melakukan pemeriksaan error tapi tidak recovery error. Sumber error kebanyakan bukan dari kehilangan paket atau data corrupt, akan tetapi dikarenakan mampetnya jaringan karena kepadatan aliran data. Saat traffic meningkat, switch frame relay mulai merontokkan paket untuk mengejar beban jaringan.
Gambaran berikut ini adalah konsep bagaimana data ditransmisikan melalui jaringan frame relay termasuk didalamnya adalah switch frame relay (FR):
  1. Router membuat koneksi ke switch FR baik langsung maupun lewat CSU/DSU
  2. Jaringan FR mensimulasikan suatu koneksi “selalu on” dengan PVC
  3. Router pengirim mulai mengirim data segera tanpa membentuk suatu sesi
  4. Switch FR melaksanakan pemeriksaan error tapi tidak memperbaiki error tersebut.
  5. Paket yang corrupt akan di jatuhkan tanpa notifikasi
  6. Paket akan menjelajah melalu cloud tanpa adanya acknowledgement
  7. Piranti pengirim dan penerima lah yang akan melakukan koreksi error
  8. Switch FR akan mulai menjatukan paket jika kemapetan jalur mulai terbentuk
  9. Kebanjiran atau kemampetan jaringanlah penyebab dari kehilangan paket secara umum pada jaringan frame relay
  10. Paket akan dihilangkan berdasarkan informasi pada bit Discard Elligable (DE)
  11. Switch FR mengirim notifikasi Backward explicit congestion notification (BECN) untuk mengisyaratkan menurunkan rate transfer data.


Frame relay addressing:
Frame relay menggunakan Data-link Connection Identifier (DLCI) untuk setiap circuit virtual
1.       Range DLCI ada antara 16 dan 1007
2.      DLCI mewakili koneksi antara dua piranti FR
3.      Penyedia layanan FR memerikan DLCI saat vitual circuit di setup
4.      Setiap DLCI adalah unik pada jaringan local akan tetapi tidak pada jaringan WAN secara keseluruhan.
Local Management Interface (LMI)
LMI merupakan satu set ekstensi management protocol yang mengautomasikan banyak tugas-2 management frame relay. LMI bertanggungjawab untuk memanage koneksi dan melaporkan status koneksi.
1. Memelihara link antara router dan switch FR
2. Mengumpulkan satus informasi tentang router-2 yang lain dan juga koneksi-2 pada jarinan
3. Enable dinamik DLCI assignment melalui support multicasting
4.Membuat DLCI berarti secara global untuk jaringan keseluruhan
Router Cisco mendukung tiga macam LMI: Cisco; ANSI; dan Q933a. jika anda menhubungkan router dengan jaringan FR, interface router mempunyai koneksi langsung ke switch FR pada sisi penyedia layanan FR. Walaupun hanya ada satu koneksi fisik antara router dan FR, FR mendukung multiple circuit virtual. Ada dua opsi saat konfigurasi koneksi atau circuit:
  1. Point-to-point yang mensimulasikan suatu sambungan leased line- suatu sambungan langsung dengan suatu piranti tujuan.
  2. Multipoint, yang menghubungkan setiap circuit untuk berkomunikasi dengan lebih dari satu piranti tujuan. Circuit yang sama digunakan untuk multiple komunikasi.
Anda bisa mengkonfigurasikan router dengan multi sub-interface yang mengijinkan konfigurasi circuit virtual, yang masing-2 menggunakan parameter konfigurasi yang berbeda.
Saat mengkonfigurasi router untuk koneksi ke frame, nomor DLCI bertindak seperti address pada layer Data link dan layer Physical. Karena frame relay mendukung protocol-2 layer bagian atas, anda perlu mengasosiasikan logical, address tujuan layer network dengan nomor DLCI yang digunakan untuk mencapai address tersebut. Untuk koneksi multiple, anda mempunyai opsi konfigurasi berikut:
  1. Asosiasikan DLCI secara dynamic dengan protocol inverse-ARP untuk mendapatkan address tujuan secara dynamic yang diasosiasikan dengan DLCI
  2. Petakan addres secara manual ke DLCI dengan mengidentifikasikan address dari masing-2 piranti tujuan, dan asosiasikan setiap address dengan DLCI. Walaupun banyak yang dikerjakan, hasilnya tidak rentan terhadap error dibandingkan jika menggunakan inverse-ARP.
Jika interface atau sub-interface menggunakan koneksi point-to-point, anda tidak perlu mengasosiasikan address layer network dengan DLCI. Hal ini dikarenakan interface dan DLCI yang bersangkutan hanya mempunyai satu kemungkinan koneksi.
Standard minimum frame relay
Ada banyak standard FR yang berhubungan dengan jenis encapsulasi data-link layer dan fungsi-2 Local Managemeny Interface (LMI) yang digunakan oleh carrier FR modern. Untuk kepentingan organisasi korporasi anda, berikut ini adalah standard minimum FR:
  1. Jenis koneksi serial yang lebih disukai adalah jenis interface fisik V.35
  2. Modus IETF pada encapsulasi frame relay seharusnya dgunakan untuk layanan yang baru untuk menjamin bisa saling beroperasi
  3. Jenis LMI pada modus ANSI seharusnya digunakan untuk semua konfigurasi frame relay baru untuk jaminan saling operasi
  4. Penggunaan point-to-point sub-interface untuk semua konfigurasi frame relay baru diperlukan untuk meminimalkan masalah koneksi jaringan yang diketahui.

================================================================
CCNA R/S CARA KONFIGURASI FRAME RELAY DI CISCO PACKET TRACER 7.0
================================================================
Pertama persiapkan topologinya dulu seperti dibawah , IP address sudah tersedia di setiap perangkat tinggal liat aja..

=====================================================================
Kemudian konfigurasi  Frame Relay Switch
=====================================================================



 jangan lupa kasi ip address pada tiap Laptop



===============================================================

KONFIGURASI FRAME RELAY DI R0 DAN R1

===============================================================

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname Router0
Router0(config)#int gig0/0
Router0(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
Router0(config-if)#no sh
Router0(config-if)#ex
Router0(config)#int se0/0/0
Router0(config-if)#ip add 172.16.1.1 255.255.255.0
Router0(config-if)#encapsulation frame-relay
Router0(config-if)#frame-relay map ip 172.16.1.2 103 broadcast
Router0(config-if)#clock rate 128000
Router0(config-if)#no sh
Router0(config-if)#ex
Router0(config)#ex
Router0#write memory 
Building configuration...
[OK]
Router0#copy running-config startup-config 
Destination filename [startup-config]? 
Building configuration...
[OK]
Router0#

================================================================

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname Router1
Router1(config)#int gig0/0
Router1(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no sh
Router1(config-if)#ex
Router1(config)#int se0/0/0
Router1(config-if)#ip address 172.16.1.2 255.255.255.0
Router1(config-if)#encapsulation frame-relay 
Router1(config-if)#frame-relay map ip 172.16.1.1 301 broadcast
Router1(config-if)#no sh
Router1(config-if)#ex
Router1(config)#ex
Router1#write memory 
Building configuration...
[OK]
Router1#copy running-config startup-config 
Destination filename [startup-config]? 
Building configuration...
[OK]
Router1#

================================================================

Verifikasi

================================================================

Ping dari R1 ke R0

================================================================

(config-if)#do ping 172.16.1.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 172.16.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 2/10/18 ms

Router1(config-if)#

================================================================

Ping dari R0 ke R1

================================================================

(config-if)#do ping 172.16.1.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 172.16.1.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 6/11/21 ms

Router0(config-if)#

================================================================

ROUTING EIGRP , agar setiap network saling terhubung satu sama lain.

================================================================

Router0(config)#router eigrp 100
Router0(config-router)#net 172.16.1.0
Router0(config-router)#net 192.168.1.0
Router0(config-router)#no auto-summary 
Router0(config-router)#ex
Router0(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
Router0(config)#

================================================================

Router1(config)#router eigrp 100
Router1(config-router)#net 172.16.1.0
Router1(config-router)#net 192.168.2.0
Router1(config-router)#no auto-summary 
Router1(config-router)#ex
Router1(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
Router1(config)#

================================================================

Verifikasi

================================================================
Routing Table R0
================================================================

Router0(config)#do show ip route eigrp
     192.168.1.0/24 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
D    192.168.2.0/24 [90/2172416] via 172.16.1.2, 00:02:41, Serial0/0/0

Router0(config)#

================================================================
Routing Table R1
================================================================

Router1(config)#do show ip route eigrp
     172.16.0.0/16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
D    192.168.1.0/24 [90/2172416] via 172.16.1.1, 00:03:31, Serial0/0/0

Router1(config)#

================================================================
Ping dari Laptop0 ke Laptop1
================================================================


C:\>ping 192.168.2.2

Pinging 192.168.2.2 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.2.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 192.168.2.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 192.168.2.2: bytes=32 time=16ms TTL=126
Reply from 192.168.2.2: bytes=32 time=8ms TTL=126

Ping statistics for 192.168.2.2:
    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 2ms, Maximum = 16ms, Average = 7ms

=================================================================
Ping dari Laptop1 ke Laptop0
=================================================================


C:\>ping 192.168.1.2

Pinging 192.168.1.2 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.1.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 192.168.1.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 192.168.1.2: bytes=32 time=8ms TTL=126
Reply from 192.168.1.2: bytes=32 time=2ms TTL=126

Ping statistics for 192.168.1.2:
    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 2ms, Maximum = 8ms, Average = 3ms

=================================================================

KESIMPULAN
=================================================================
Dengan adanya frame relay dalam Wide Area Network, jaringan yang berjauhan akan dapat terkoneksi dengan kecepatan seperti jaringan jarak pendek dan memudahkan pada administrator untuk melakukan troubleshooting karena sudah tersedia fitur Error detection.
==================================================================
REFERENSI
==================================================================
  1. CCNA LAB GUIDE NIXTRAIN 
  2. https://alfredoeblog.wordpress.com/2013/01/04/pengertian-frame-relay/
 ==================================================================
Untuk file Lab Frame Relay .pkt bisa kamu DOWNLOAD DISINI
Untuk Streaming konfigurasi Bisa lihat di my YouTube https://youtu.be/0yEyG7ENzAQ
atau tonton disini VIDEO LAB KONFIGURASI FRAME RELAY DI CISCO PACKET TRACER 7.0 Thanks
Baca Selengkapnya

Thursday, April 13, 2017

Bypass Account Google di OPPO - Unlock FRP


Hay sobat. Bagi kalian pengguna OPPO keluaran terbaru, semisal A37 atau F1S harus lebih berhati-hati dengan akun Google. Pasalnya Keamanannya sudah dilengkapi dengan fitur FRP.

Hal ini terjadi lantaran setelah mereset HH sobat lupa Akun Google yang terakhir dipakai. Alhasil terkunci deh. Disini saya menuliskan 2 cara murah melewatinya. langsung saja ikuti langkah dibawah.

Cara 1: Tanpa Aplikasi

  1. Hidupkan HH seperti biasa. Klik next sampai menu Wi-Fi.
  2. Pilih paling bawah "Manually add a network", ketik sesuatu terserah lalu klik dua kali > Search > Google
  3. Setelah dibawa ke pencarian Google, ketik "Settings" dan akan muncul icon Settings
  4. Pada menu Setting > Additional settings > Backup and reset > Remove all content and settings > OK
  5. Tunggu sampai merestrat sendiri. Selesai.

Cara 2: Dengan Aplikasi Quick Shortcut Maker

  1. Hidupkan HH seperti biasa. Klik next sampai menu Wi-Fi.
  2. Pilih paling bawah "Manually add a network", ketik sesuatu terserah lalu klik dua kali > Search > Browser
  3. Download aplikasi Quick Shortcut Maker, lalu Tap pojok kanan bawah > Downloads > Buka > Settings > centang pada "Allow installation ....."
  4. Tap tombol kembali lalu insall aplikasi tadi dan buka/open
  5. Ketikkan Google, pilih Google account manager atau pengelola akun google untuk bahasa indonesia
  6. Pilih urutan nomer 4 yang bertulis "Bla.......android.gsf.login.LoginActivity" > pilih Try/Coba
  7. Tap pada icon dipojok kanan atas > Browser sign-in > OK
  8. Masukkan akun Google sobat (terserah akun Google yang mana)
  9. Terakhir restart dan jika disuruh memasukkan akun Google lagi, pilih lewati. Selesai
Bypass Account Google di OPPO - Unlock FRP

Bypass Account Google di OPPO - Unlock FRP

Baca Selengkapnya

Friday, March 31, 2017

Kumpulan Soal-soal UN-UNBK Teori Kejuruan TKJ

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kali ini Muhammad Sibro akan berbagi soal-soal ujian teori kejuruan TKJ. Ini saya download dari grup kelas yang diunggah oleh guru saya ( Muhal Haekal ) btw bisa di add 2 fb tersebut biar akrab nih wkwkw, langsung saja sikat link dibawah ini ya lagi males ngetik panjang lebar --

Link?
Ok kurasa cukup, kalo ada yang mau nambah silahkan kontak saya oke biar bermanfaat apa yang kau beri.
Silahkan tinggalkan komentar dan share post ini bila bermanfaat

Baca Selengkapnya