Showing posts with label aplikasi. Show all posts
Showing posts with label aplikasi. Show all posts

Thursday, April 14, 2016

Install MySQL dan PHPMyAdmin pada Debian Server 8

Apa itu MySQL? MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL, dan apa itu PHPMyAdmin? PHPMyAdmin adalah suatu aplikasi berbasis php yang berguna untuk pengelolahan administrasi database MySQL secara GUI. (sumber : wikipedia)
Nah bagaimana cara menginstallnya pada server debian kita? caranya sebagai berikut.
  1. Instal mysql-server dan client
  2. # apt-get install mysql-server mysql-client
    Instal mysql-server dan client
  3. Setelah itu masukkan passwordnya jika dimintai untuk memasukkan password
  4. Setelah itu masukkan passwordnya jika dimintai untuk memasukkan password
    Setelah itu masukkan passwordnya jika dimintai untuk memasukkan password
  5. Setelah terinstall maka coba kita akses mysqlnya dengan cara:
  6. # mysql -u root -p
    show databases;
    Setelah terinstall maka coba kita akses mysqlnya dengan cara:
    Setelah terinstall maka coba kita akses mysqlnya dengan cara:
  7. Jika ingin keluar dari mysql ketikkan exit saja
  8. Lalu kita install phpmyadminnya
  9. # apt-get install phpmyadmin
    Lalu kita install phpmyadminnya
  10. Pilih apache2 karena webserver kita adalah apache dengan cara pencet spasi untuk memilih lalu tab enter
  11. Pilih apache2 karena webserver kita adalah apache dengan cara pencet spasi untuk memilih lalu tab enter
  12. Kita pilih yes untuk mengkonfigurasi database untuk phpmyadmin
  13. Kita pilih yes untuk mengkonfigurasi database untuk phpmyadmin
  14. Kemudian masukkan password
  15. Kita pilih yes untuk mengkonfigurasi database untuk phpmyadmin Kemudian masukkan password
    Kita pilih yes untuk mengkonfigurasi database untuk phpmyadmin Kemudian masukkan password
    Kita pilih yes untuk mengkonfigurasi database untuk phpmyadmin Kemudian masukkan password
  16. Setelah semua password dimasukkan, sekarang kita akses dari web browser dengan mengakses http://ipserver/phpmyadmin lalu login dengan user root dan password yang tadi telah dibuat
  17. Setelah semua password dimasukkan, sekarang kita akses dari web browser dengan mengakses http://ipserver/phpmyadmin lalu login dengan user root dan password yang tadi telah dibuat
  18. Setelah berhasil masuk, maka tampilannya akan seperti ini
  19. Setelah berhasil masuk, maka tampilannya akan seperti ini
Mudah bukan? Sekian dari saya, bila ada kekurangan mohon maaf.
Jika artikel ini bermanfaat mari di subscribe :D
Dilarang keras mengcopas artikel ini tanpa sumber link aktif!
Hargailah penulis! Artikel ini bukan hasil COPAS!
#GoOpenSource!
Baca Selengkapnya
asjasb

Wednesday, April 13, 2016

Install Apache dan PHP5 di Debian Server 8

Apache, apache adalah salah satu webserver yang sangat populer dan ada beberapa lagi aplikasi web server lainnya seperti nginx, litespeed dan lain-lain, kalian juga bisa cari informasi tentang webserver di internet. Lalu apa itu php? PHP adalah bahasa pemrogram web, jadi kalau misal kita mau buat website aplikasi inilah sangat berguna untuk membuat suatu website dengan bantuan aplikasi lainnya seperti mysql dan lain-lain.
Nah pada tutorial saya ini saya akan membahas bagaimana cara menginstall aplikasi ini pada Server Debian 8
  1. Kita install apache2 sebagai webserver dan php5 dengan modul-modulnya
  2. # apt-get install apache2 php5 libapache2-mod-php5 php5-mcrypt php5-mysql php5-common php5-cli php5-curl php5-gd php5-snmp snmp curl git 
    Kita install apache2 sebagai webserver dan php5 dengan modul-modulnya
  3. Setelah semua terinstall lalu kita tes apakah webserver tadi sudah terinstall atau belum dengan cara kita akses ip server dengan web browser, jika berhasil maka akan tampil gambar seperti ini
  4. Setelah semua terinstall lalu kita tes apakah webserver tadi sudah terinstall atau belum dengan cara kita akses ip server dengan web browser, jika berhasil maka akan tampil gambar seperti ini
  5. Lalu coba kita tes yang phpnya sudah terinstall apa belum dengan cara membuat file php kemudian kita isikan script phpinfo
  6. # nano /var/www/html/info.php
    Lalu coba kita tes yang phpnya sudah terinstall apa belum dengan cara membuat file php kemudian kita isikan script phpinfo
  7. Kemudian isikan scriptnya pada file yang kita buat tadi (info.php)
  8. <?php
    phpinfo();
    ?>
    Kemudian isikan scriptnya pada file yang kita buat tadi (info.php)
  9. Setelah itu disave dan akses file php tadi melalui web browser ( http://ip-server/info.php) jika tampilannya seperti dibawah ini maka php tersebut berhasil diinstall pada server kita
  10. Setelah itu disave dan akses file php tadi melalui web browser ( http://ip-server/info.php) jika tampilannya seperti dibawah ini maka php tersebut berhasil diinstall pada server kita
Mudah bukan? Sekian dari saya, bila ada kekurangan mohon maaf.
Jika artikel ini bermanfaat mari di subscribe :D
Dilarang keras mengcopas artikel ini tanpa sumber link aktif!
Hargailah penulis! Artikel ini bukan hasil COPAS!
#GoOpenSource!
Baca Selengkapnya
asjasb

Aplikasi Pengganti Paint di Linux (Pinta)

Selamat siang. Pada kesempatan kali ini saya akan memperkenalkan aplikasi yang mirip di Windows yaitu Pinta, Pinta ini adalah aplikasi open-source, cross-platform bitmap Program image gambar dan editing terinspirasi oleh Paint.NET, program serupa editing gambar yang terbatas pada Microsoft Windows. Pinta memiliki fitur lebih dari Microsoft Paint. Dibandingkan dengan editor open-source gambar GIMP, Pinta adalah aplikasi sederhana dan memiliki fitur yang lebih sedikit. (sumber : wikipedia)
Aplikasi Pengganti Paint di Linux (Pinta)
Untuk menginstallnya kalian cukup menambahkan PPA kedalam linux kalian.
  1. Tambahkan PPA dibawah ini
  2. # sudo add-apt-repository ppa:pinta-maintainers/pinta-stable
    Tambahkan PPA dibawah ini
  3. Kemudian update
  4. # sudo apt-get update
    Kemudian update
  5. Setelah itu install aplikasi pinta
  6. # sudo apt-get install pinta
    Setelah itu install aplikasi pinta
Mudah bukan? Sekian dari saya, bila ada kekurangan mohon maaf
Jika artikel ini bermanfaat mari di subscribe :D
#GoOpenSource!
Baca Selengkapnya

Thursday, April 7, 2016

Istilah-istilah Komponen Utama Docker

Pada artikel sebelumnya saya bahas tentang apa itu docker, dan pada artikel ini saya akan menyebutkan istilah-istilah yang menjadi komponen utama Docker.
Istilah-istilah Komponen Utama Docker
  1. Docker Image
  2. Docker Image merupakan sebuah template yang bersifat read-only. Contohnya sebuah image yang berisi sistem operasi Ubuntu dengan Apache dan aplikasi web yang telah kita instalkan. Image ini digunakan untuk menjalankan container. Docker menyediakan cara yang sederhana untuk membangun image baru atau merubah image yang sudah ada. Jika melihat Docker Index kita akan menemukan banyak image yang sudah banyak dibuat oleh pengguna lain yang bisa kita gunakan sebagai base image. Misalnya kita akan membangun sebuah aplikasi PHP dengan apache web server dan mysql, maka kita hanya perlu mendownload base image berupa LAMP server lalu kita tinggal menambahkan aplikasi PHP yang sudah kita buat.
  3. Docker Container
  4. Docker Container merupakan sebuah image bersifat read-write yang berjalan di atas image. Docker menggunakan union-file sistem sebagai back-end file sistem containernya, dimana setiap perubahan yang disimpan pada container akan menyebabkan terbentuknya layer baru di atas base image. Jadi container merupakan layer dimana kita bisa melakukan instalasi aplikasi di dalamnya. Masing-masing container yang berjalan terisolasi dan platform aplikasi yang aman.
  5. Docker Registry
  6. Docker registry adalah tempat penyimpanan (public atau private) dimana kita bisa mengupload dan mendownload image. Registry public Docker disebut dengan Docker Hub. Di dalamnya terdapat banyak image, bisa merupakan image yang kita buat sendiri ataupun image yang lain.
  7. Docker File
  8. Dockerfile merupakan sebuah skrip otomasi (builder) yang membangun sebuah image. Sebuah Dockerfile merupakan dokumen text atau skrip yang berisi semua perintah yang biasanya kita lakukan manual untuk membangun sebuah image. Dengan menggunakan perintah docker build dari terminal, kita akan melihat Docker membangun image step by step mengeksekusi perintah berurutan.
  9. Repository
  10. Docker menggunakan kata ini mirip dengan yang digunakan pada Github dan source control system lainnya, namun jenis yang berbeda. Repository berupa ID untuk setiap image yang disimpan dalam registry. Ketika kita menjalankan perintah docker commit maka image itu akan kita beri nama dengan format username/nama_image. Ketika kita mengupload image tersebut dengan perintah docker push, index akan melihat nama image dan memastikan tidak ada nama repository yang sama, jika tidak maka index akan memeriksa apakah kita memliki akses terhadap repository tersebut, maka selanjutnya kita diijinkan untuk mengupload image versi baru ke repository tersebut.
  11. Docker Index
  12. Docker index dengan Docker hub registry merupakan hal yang terpisah. Index mengatur user account, permission, search, tagging dan hal lain yang tersimpan pada web interface public. Ketika kita menjalankan perintah docker run, hal itu digunakan untuk mencari pada index bukan registry. Atau ketika kita menjalankan perintah docker pull ataupun docker push, index akan menentukan apakah kita diijinkan untuk mengakses atau memodifikasi image, dan selanjutnya registry adalah bagian yang akan menyimpan image tersebut setelah kita mendapatkan permisi dari index.
Baca Selengkapnya

Penjelasan Tentang Apa itu Docker

Docker, apa itu docker? Docker adalah sebuah platform terbuka untuk developer, sysadmin atau siapapun yang bertujuan untuk membangun, mendistribusikan dan menjalankan aplikasi dimanapun misal di laptop, data center, virtual machine dan cloud. Docker membuat proses pemaketan aplikasi bersama komponennya (dependecies)secara cepat dalam sebuah container yang terisolasi, sehinnga dapat dijalankan dalam infrastruktur local (local data center) ataupun cloud tanpa melakukan perubahan/konfigurasi lagi pada container selama host menajalankan Docker Engine. Jika ingin tahu lebih lanjut silahkan baca di www.docker.com/what-docker atau di wiki
Penjelasan Tentang Apa itu Docker
Apakah docker itu open source atau close source? Docker merupakan software open source dibawah lisensi Apache Versi 2.0 yang bisa dipergunakan secara gratis. Docker awal mulanya dikembangkan oleh Solomon Hykes sebagai project internal di dotCloud, sebuah perusahaan PaaS (platform as a service). Docker ini bisa berjalan pada sistem operasi Linux, Windows dan Mac OS. Untuk langkah penginstallannya bisa baca di dokumentasi Docker
Arsitektur Docker
Arsitektur docker menggunakan client dan server, Docker client mengirimkan request ke docker daemon untuk membangun, mendistribusikan, dan menjalankan container docker. Keduanya docker client dan daemon dapat berjalan pada sistem yang sama, antar docker clien dan docker daemon berkomunikasi via socker menggunakan RESTful SPI
Arsitektur Docker
Docker Daemon: Seperti terlihat pada gambar, Docker daemon berjalan pada mesin host. Pengguna tidak berinteraksi secara langsung dengan Docker daemon tapi melalui Docker client.
Docker Client: Docker client merupakan bentuk dari Docker binary dan merupakan user interface utama untuk Docker, yang menerima perintah dari pengguna dan berkomunikasi dengan Docker daemon.
    Perbandingan Docker dengan Virtual Machine
  1. Docker sangat ringan dan cepat jika dibandingkan dengan virtual mesin yang berbasis hypervisor, sehingga menjadikan Docker sebagai alternatif yang efisien untuk developer tooling. Sebagai light-weight virtualization Docker hampir tidak menambah overhead pada mesin host.
  2. keuntungan : Layer virtualisasi yang ditawarkan Docker hampir tidak menambah overhead seperti virtualisasi berbasis hypervisor pada mesin virtual, besarnya overhead hanya sebesar layanan aplikasi yang dijalankan pada container itu sendiri (app process)
  3. keuntungan : kita bisa menjalankan banyak container dalam mesin host
Sekian dari saya apabila ada kesalahan saya minta maaf..
Baca Selengkapnya

Tuesday, April 5, 2016

Cara Menggunakan Aplikasi Screen di Linux

Apa itu aplikasi Screen? dan apa kegunaan dari aplikasi Screen? Aplikasi Screen adalah aplikasi yang biasa digunakan oleh sysadmin untuk membuat dua atau lebih layar cli atau terminal yang bisa berjalan bersama di latar belakang kerjanya seperti multitasking. (maaf tidak bisa mengungkapkan lebih jelas :D ) kalau kurang paham bisa cari digoogle yah.. intinya kita bisa multitasking terminal cli.
Cara kerja screen ini adalah seperti membuat 2 atau lebih terminal pada server yang berbasis cli.
Nah untuk bisa menggunakan aplikasi screen maka anda bisa mengikuti tutorial saya:
  1. Install terlebih dahulu aplikasi screen pada server kalian
  2. Untuk turunan Debian:
    # apt-get install install screen
    Untuk turunan Red Hat:
    # yum install screen
  3. Jika sudah terinstall pada server, selanjnutnya ketikkan perintah screen -h untuk melihat opsi bantuan
  4. # screen -h
    Jika sudah terinstall pada server, selanjnutnya ketikkan perintah screen -h untuk melihat opsi bantuan
  5. lalu ketik perintah screen -R download pada terminal, perintah "screen -R download" adalah perintah membuat screen baru dengan nama atau host download
  6. # screen -R download
    lalu ketik perintah screen -R download pada terminal, perintah "screen -R download" adalah perintah membuat screen baru dengan nama atau host download
  7. Kemudian akan muncul kata "New Screen" (layar baru) artinya dia sedang membuat layar baru
  8. Kemudian akan muncul kata "New Screen" (layar baru) artinya dia sedang membuat layar baru
  9. Untuk menampilkan session screen ID maka perintahnya sebagai berikut
  10. # screen -ls
    Untuk menampilkan session screen ID maka perintahnya sebagai berikut
  11. Nah diatas akan muncul [pid.host] pid = 3680, host = download. Catet yah pid dan hostnya biar nanti kalau mau pindah ke layar download tiggal paste pid dan hostnya
  12. Kemudian kita download file atau mebuat file dengan nano juga bisa, pokoknya dibuat proses layarnya biar nanti bisa melihat perubahan (contoh saya melakukan download file, dan downloadnya berjalan)
  13. Kemudian kita download file atau mebuat file dengan nano juga bisa, pokoknya dibuat proses layarnya biar nanti bisa melihat perubahan (contoh saya melakukan download file, dan downloadnya berjalan)
  14. Kemudian tutup terminalnya
  15. Setelah ditutup, buka terminal baru dan masuk ke server dengan ssh
  16. Setelah ditutup, buka terminal baru dan masuk ke server dengan ssh
  17. Jika sudah masuk ke server silahkan detached (intinya putus layar sama screen download tadi) dengan perintah
  18. # screen -d
  19. Selanjutnya biar bisa melihat proses donwload tadi atau lakukan re-attached, maka kita lanjutkan layar download tadi dengan cara
  20. # screen -r 3680.download
    Selanjutnya biar bisa melihat proses donwload tadi atau re-attached, maka kita lanjutkan layar download tadi dengan cara
  21. Nah akan muncul tampilan download tadi kan
  22. Nah akan muncul tampilan download tadi kan
  23. Fungsi perintah-perintah pada screen
  24. ctrl+a + n = untuk melihat jendela screen selanjutnya
    ctrl+a + p = untuk melihat jendela screen sebelumnya
    ctrl+a + c = untuk membuat jendela screen baru
    Untuk melihat perintahnya lebih lengkap ketikkan screen -h
Mudah bukan? Sekian dari saya, bila ada kekurangan mohon maaf.
Jika artikel ini bermanfaat mari di subscribe :D
Dilarang keras mengcopas artikel ini tanpa sumber link aktif!
Hargailah penulis! Artikel ini bukan hasil COPAS!
#GoOpenSource!
Baca Selengkapnya

Thursday, March 31, 2016

Cara Install Nano di CentOS

Apa itu "nano"? Nano adalah sebuah aplikasi text editor CLI di linux, nano ini sangat populer karena penggunaanya memang terbilang mudah bagi pengguna linux baru.
Cara Install Nano di CentOS
Nah gimana cara nano di CentOS? di CentOS sendiri mempunyai text editor default yang bernama vim, bagi yang terbiasa menggunakan nano sebagai text editor maka lakukan penginstallan dengan cara ini:
  1. Lakukan update terlebih dulu
  2. # yum update
  3. Kemudian install nano
  4. # yum -y install nano
    Kemudian install nano
  5. Tunggu sampai selesai lalu coba edit file dengan nano
Sekian dari saya, bila ada kekurangan mohon maaf.
Jika artikel ini bermanfaat mari di subscribe :D
Dilarang keras mengcopas artikel ini tanpa sumber link aktif!
Hargailah penulis!
Baca Selengkapnya

Saturday, March 19, 2016

Cara Install Cisco Packet Tracer di Linux

Hai semuanya!
Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk membuat artikel ini, kali ini saya membuat tutorial bagaimana cara install aplikasi simulasi jaringan cisco.
Cara Install Cisco Packet Tracer di Linux

Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Network Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

Fitur Cisco Packet Tracer
Packet Tracer terbaru yaitu versi 6.2. Dalam versi ini dapat mensimulasikan Application Layer protocols, Routing dasar RIP, OSPF, dan EIGRP, sampai tingkat yang dibutuhkan pada kurikulum CCNA yang berlaku, sehingga bila dilihat sekilas software ini bertujuan untuk kelas CCNA.

Target Packet Traces yaitu menyediakan simulasi jaringan yang real, namun terdapat beberapa batasan berupa penghilangan beberapa perintah yang digunakan pada alat aslinya yaitu pengurangan command pada Cisco IOS. Dan juga packet tracer tidak bisa digunakan untuk memodelkan jaringan produktif/aktif. Dengan keluarnya versi 6, beberapa fitur ditambahkan, termasuk fitur BGP. BGP memang bukan termasuk kurikulum CCNA, akan tetapi termasuk kurikulum CCNP.

Sebelum mengawali penginstallan aplikasi Cisco Packet Tracer terlebih anda download dahulu aplikasinya di web resmi, Cisco Packet Tracer 6.2 for Linux - Ubuntu installation - Student version.tar.gz 179.4M
  1. Setelah terdownload maka buka terminal lalu masuk ke direktori tempat download aplikasinya
  2. 
    $ cd Downloads
    
    kenapa "cd Downloads" ? karena di direktori Downloads adalah tempat saya download aplikasi cisco packet tracer, atau ganti direktori dimana anda tempatkan aplikasinya
    cd Downloads
  3. Kemudian ekstrak, ada 2 cara melakukan ekstrak yaitu dengan terminal dan file manager. Disini saya menggunakan terminal, jika anda mengunakan file manager juga tidak apa-apa
  4. $ tar -xvf Cisco\ Packet\ Tracer\ 6.2\ for\ Linux\ -\ Ubuntu\ installation\ -\ Student\ version.tar.gz
    tar -xvf Cisco\ Packet\ Tracer\ 6.2\ for\ Linux\ -\ Ubuntu\ installation\ -\ Student\ version.tar.gz
  5. Setelah itu pindah ke direktori hasil ekstrak tadi
  6. $ cd PacketTracer62Student/
    cd PacketTracer62Student/
  7. Kemudian install packet tracer nya dan masukkan password root anda jika dimintai password
  8. $ sudo bash install
    sudo bash install
  9. Tekan enter untuk membaca EULA nya
  10. Tekan enter untuk membaca EULA nya
  11. Setelah 100% maka termina EULA dengan cara tekan "Y" dan "enter"
  12. Setelah 100% maka termina EULA dengan cara tekan "Y" dan "enter"
  13. Lalu tentukan dimana file packet tracer akan dicopy, tuliskan saja /opt/pt (default), atau dimanapun boleh
  14. $ /opt/pt
    /opt/pt
  15. Lalu ketik "Y" jika ingin membuat shortcut, ketik "n" bila tidak ingin membuat shortcut. Disini saya ingin membuat shortcut dengan nama packettracer maka ketik "Y" dan enter
  16. $ Y
    Lalu ketik "Y" jika ingin membuat shortcut, ketik "n" bila tidak ingin membuat shortcut. Disini saya ingin membuat shortcut dengan nama packettracer maka ketik "Y" dan enter
  17. Nah setelah selesai maka coba kita tes dengan mengetik packettracer di terminal
  18. $ packettracer
    packettracer
  19. Nah punya saya sudah kebuka :D
  20. ciscopackettracer
Sekian dari saya, semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk subscribe artikel ini atau berkomentar di artikel ini dan meng-share artikel ini di akun media sosial anda :)
Baca Selengkapnya

Friday, March 18, 2016

Cara Menggunakan UNetbootin di Linux

Halo sobat Blogger dan Linuxer!
Pada hari ini saya akan membuat artikel tentang cara membuat bootable flashdisk dengan UNetbootin atau mem-burn file .iso ke flashdisk dengan UNetbootin. Langsung saja kita praktekkan!
Cara Menggunakan UNetbootin di Linux
    Alat
  • 1 buah Flashdisk, kalo bisa ambil punya temen
    Bahan :
  • Aplikasi Unetbootin di Linux
  • File .iso Sistem Operasi yang akan di buat bootable
  1. Buka aplikasi UNetbootin
    Buka aplikasi UNetbootin
  2. Lalu pilih Diskimage, pilih ISO, lalu pilih file iso-nya
    Lalu pilih Diskimage, pilih ISO, lalu pilih file iso-nya
  3. Kemudian pilih Type USB Drive, Drive /sda/sdb1 (tergantung letak flashsdisknya bisa di /dev/sdb2) lalu klik OK
    Kemudian pilih Type USB Drive, Drive /sda/sdb1 (tergantung letak flashsdisknya bisa di /dev/sdb2) lalu klik OK
  4. Jika muncul pesan error seperti ini, jangan panik!
    Jika muncul pesan error seperti ini, jangan panik!
  5. Buka file manager, lalu klik kanan pada usb lalu pilih Mount
    Buka file manager, lalu klik kanan pada usb lalu pilih Mount
  6. Kembali ke UNetbootin pilih OK lalu tunggu sampai selesai
    Kembali ke UNetbootin pilih OK lalu tunggu sampai selesai
  7. Setelah selesai silahkan pilih restart untuk merestart sistem operasi anda, jika exit maka akan menutup aplikasi Unetbootin-nya
    Setelah selesai silahkan pilih restart untuk merestart sistem operasi anda, jika exit maka akan menutup aplikasi Unetbootin-nya
Nah gampang bukan? :D
Silahkan share ke temen jika bermanfaat :)
Baca Selengkapnya