Showing posts with label debian-virtualbox. Show all posts
Showing posts with label debian-virtualbox. Show all posts

Wednesday, March 2, 2016

Hal-hal yang Harus dilakukan Setelah Install Debian Server

Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang hal apa yang harus dilakukan setelah install debian server (7.x atau 8.x). Hal ini sangatlah penting karena jika tidak dilakukan maka server kita tidak bisa berjalan normal, untuk itu kita harus melakukan cara-cara dibawah ini dan setelah semua selesai dilakukan kemudia lanjut pada konfigurasi server.
Hal-hal yang Harus dilakukan Setelah Install Debian Server
  1. Pastikan anda telah menginstall debian server
  2. Kemudian setting jaringan, pastikan anda tahu tentang jaringan yang akan anda gunakan untuk mengubungkan debian server anda ke internet
  3. Masuk ke mode super user
  4. Lalu edit konfigurasi networknya
  5. nano /etc/network/interfaces
    nano /etc/network/interfaces
    saya akan mengkonfigurasi jaringan di debian server secara DHCP, jika kalian menggunakan STATIC juga bisa asal terhubung ke internet
    Untuk DHCP:
    auto eth0
    iface eth0 inet dhcp
    Untuk STATIC
    auto eth0
    iface eth0 inet static
    address         xxx.xxx.xxx.xxx
    netmask         xxx.xxx.xxx.xxx
    network         xxx.xxx.xxx.xxx
    broadcast       xxx.xxx.xxx.xxx
    gateway         xxx.xxx.xxx.xxx
    dns-nameservers xxx.xxx.xxx.xxx
    
    Kemudian simpan ( ctrl x kemudian y dan enter )
  6. Kemudian restart networknya
  7. /etc/init.d/networking restart
    /etc/init.d/networking restart
    Pastikan ada tulisan done atau oke dan pastikan juga tidak ada yang error.
  8. Kita coba cek ping ke internet, nah jika berhasil maka tampilannya akan seperti dibawah ini
  9. ping google
  10. Edit dan tambah repository
  11. nano /etc/apt/sources.list
    nano /etc/apt/sources.list
    Lalu tambahkan salah satu repository dibawah ini, untuk debian 7:
    #KAMBING-UI
    
    deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ wheezy main contrib non-free
    deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ wheezy-updates main contrib non-free
    deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ wheezy/updates main contrib non-free 
    
    #KEBO VLSM
    deb http://kebo.vlsm.org/debian/ wheezy main contrib non-free
    deb http://kebo.vlsm.org/debian/ wheezy-updates main contrib non-free
    deb http://kebo.vlsm.org/debian-security/ wheezy/updates main contrib non-free 
    
    #DATA UTAMA SURABAYA
    deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ wheezy main contrib non-free
    deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ wheezy-updates main contrib non-free
    deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian-security/ wheezy/updates main contrib non-free 
    
    #UNEJ
    deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ wheezy main contrib non-free
    deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ wheezy-updates main contrib non-free
    deb http://mirror.unej.ac.id/debian-security/ wheezy/updates main contrib non-free 
    
    #POLIWANGI
    deb http://mirror.poliwangi.ac.id/debian wheezy main contrib non-free
    deb http://mirror.poliwangi.ac.id/debian wheezy-lts main contrib non-free
    deb http://mirror.poliwangi.ac.id/debian wheezy-proposed-updates main contrib non-free
    deb http://mirror.poliwangi.ac.id/debian wheezy-updates main contrib non-free
    deb http://mirror.poliwangi.ac.id/debian-security wheezy/updates main contrib non-free 
    
    Untuk debian 8:
    #KAMBING-UI
    deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
    deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
    deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free
    
    #KEBO VLSM
    deb http://kebo.vlsm.org/debian/ jessie main contrib non-free
    deb http://kebo.vlsm.org/debian/ jessie-updates main contrib non-free
    deb http://kebo.vlsm.org/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free
    
    #DATA UTAMA SURABAYA
    deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ jessie main contrib non-free
    deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
    deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free
    
    #UNEJ
    deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
    deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
    deb http://mirror.unej.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free 
    
    Lokal repository 8 from BLC Telkom Klaten
    deb http://10.0.17.2/debian/ jessie main
    deb-src http://10.0.17.2/debian/ jessie main
    
    Setelah itu save
  12. Lalu lakukan update
  13. apt-get update
  14. Konfigurasi hostname, hostname harus sama. Coba kita cek
  15. hostname && hostname -f
    hostname && hostname -f
  16. Jika belum sama, maka kita samakan
  17. echo nama_hostname_anda > /etc/hostname
        echo nama_hostname_anda > /etc/hostname
  18. lalu restart hostname
  19. /etc/init.d/hostname.sh
    /etc/init.d/hostname.sh
  20. Cek kembali hostname, jika sama berarti berhasil
  21. hostname && hostname -f
    hostname && hostname -f
  22. Setting bahasa locales
  23. dpkg-reconfigure locales
  24. Pilih yang en_US.UTF-8 UTF-8 dan id_ID.UTF-8 UTF-8 tekan spasi untuk memilih
  25. dpkg-reconfigure locales
  26. lalu pilih yang en_US.UTF-8 UTF-8
  27. lalu pilih yang en_US.UTF-8 UTF-8
  28. Setelah itu kita akan mensetting waktu dengan menginstall aplikasi ntp
  29. apt-get install ntp
    apt-get install ntp
  30. lalu edit konfigurasinya
  31. nano /etc/ntp.conf
  32. Lalu edit kata debian menjadi id
  33. kata debian
    debian
    menjadi id
    id
  34. Kemudian restart ntp-nya
  35. etc/init.d/ntp restart
    etc/init.d/ntp restart
  36. Lalu kita cek
  37. date
    date
Oke sekian dari saya itulah hal yang harus dilakukan setelah install debian server intinya sama saja yang ada divirtualbox, vmware, proxmox, kurang lebihnya saya mohon maaf :)
Baca Selengkapnya

Macam-macam Setting Jaringan di Virtualbox

Virtualbox
Virtualbox adalah perangkat lunak virtualisasi yang dapat digunakan untuk mengeksekusi sistem operasi tambahan didalam sistem operasi utama. Jadi kita bisa menjalankan dua atau lebih OS di dalam sistem operasi kita sendiri. Fungsi dari virtualbox adalah sebagai uji coba dan simulasi instalasi suatu sistem operasi tanpa harus kehilangan sistem operasi utama anda. Pada virtualbox sendiri juga terdapat setting jaringan di virtualbox, anda juga bisa mensetting sesuai selera atau kebutuhan. Di dalam artikel ini saya akan membahas tentang macam-macam setting jaringan di virtualbox. Di dalam virtualbox terdapat istilah komputer host dan guest, pengertiannya:

Macam-macam Setting Jaringan di Virtualbox
  • Komputer Host : Komputer nyata kita, atau komputer utama yang kita pakai dan sistem operasinya terinstall di harddisk kita
  • Komputer Guest : Komputer yang sistem operasinya ada di virtualbox
Jaringan Virtualbox

Untuk cara setting jaringan pada vitualbox kita masuk ke aplikasinya lalu pilih Settings > Network .Di virtualbox kita bisa menambah adapter LAN hingga 4 buah adapter, diantaranya terdapat tipe jaringan atau jenis jaringan di virtualbox antara lain :
  • NAT
  • Bridged Adapter
  • Jaringan Internal (Interneal Network)
  • Host Only Adapter
Berikut penjelasan dari jenis jaringan diatas:
  1. NAT
  2. Setting jaringan dengan NAT akan membuat komputer guest dapat melakukan ping ke komputer host tapi tidak sebaliknya. 
    ping dari host ke guest
    ping dari host ke guest
    Jadi apabila komputer host terhubung ke internet maka komputer guest juga akan bisa terhubung ke internet tinggal disetting DHCP ataupun STATIC.
    ping ke internet
    ping ke internet
  3. Bridged Adapter
  4. Setting jaringan dengan bridged menyebabkan antar komputer host dengan komputer guest akan terhubung dan terhubung dalam satu jaringan LAN.
    mendapat ip dhcp dari LAN
    mendapat ip dhcp dari LAN
    Setting bridged adapter bisa dihubungkan dengan adapter wifi atau ethernet pada komputer host, jadi apabila komputer host terkoneksi dengan internet dengan wifi maka komputer guest akan terhubng melalui wifi tetapi diinterface guest akan menjadi eth0 dan bisa saling ping ke komputer host maupun ke komputer lain yang berada dalam satu jaringan dan akan terhubung keinternet komputer hostnya.
    ping dari guest ke komputer yang ada dalam satu jaringan
    ping dari guest ke komputer yang ada dalam satu jaringan
    Ping dari guest ke internet
    Ping dari guest ke internet
  5. Jaringan Internal (Internal Network)
  6. Dengan settigan ini komputer atau sistem operasi yang ada di virtualbox akan terhubung ke guest-guest yang di virtualbox
    ping sesama guest dalam satu jaringan
    ping sesama guest dalam satu jaringan
  7. Host Only Adapter
  8. Untuk menghubungkan antara komputer host dan guest tetapi bisa saling terhubung harus dalam jaringan yang sama
    ping atar guest dan host dalam satu jaringan yang telah ditentukan alamat jaringan
    ping atar guest dan host dalam satu jaringan yang telah ditentukan alamat jaringan
Pasti paham kan apa yang saya bahas di artikel ini :D
Oke sekian dan terima kasih, jika ada kesalahan dan kekurangan saya minta maaf :)

Jika mau COPAS tolong sertakan link hidup! :)
Baca Selengkapnya

Tuesday, March 1, 2016

Cara Install Debian Server di Virtualbox (Debian 7.x)

Hay sobat blogger!
Pada kesempatan pada hari ini saya akan membahas tentang cara install debian 7 server di virtualbox. Instalasinya sama dengan kita menginstall debian di pc / laptop. Langsung saja kita pratikan saja ya :D
Cara Install Debian Server di Virtualbox (Debian 7.x)

Bahan-bahan :
  • File Iso Debian 7, Jika hanya mempunyai Debian 7 DVD 1 maka kita install aplikasinya secara online
    tetapi jika kita punya Debian DVD 1, DVD 2, DVD 3. maka kita install aplikasinya secara offline ( oke, yang terpenting adalah punya Iso Debian DVD 1
  • Aplikasi Virtualbox ( jika belum punya silahkan cari di blog ini bagi pengguna linux )

Kita disini akan menggunakan cara install offline tanpa menambah repository luar (dari internet & hanya menggunakan DVD 1, 2 dan 3)
Langkah Instalasi :
  1. Buka dulu virtualboxnya
  2. Klik New > masukkan nama - type - version > next ( perhatikan gambar dibawah ini )
  3. Klik New > masukkan nama - type - version > next ( perhatikan gambar dibawah ini )
  4. Atur kapasitas ram
  5. Atur kapasitas ram
  6. Pilih "create a virtual hard drive now" lalu create
  7. Pilih "create a virtual hard drive now" lalu create
  8. Pilih "VDI (Virtual Disk Image)
  9. Pilih "VDI (Virtual Disk Image)
  10. Lalu pilih "Dinamically allocated"
  11. Atur kapasitas penyimpanan debiannya
  12. Atur kapasitas penyimpanan debiannya
  13. Dilinux kita atur dulu interface virtualboxnya dengan cara klik file > preferences
  14. Dilinux kita atur dulu interface virtualboxnya dengan cara klik file > preference
  15. Lalu kita tambah interface "vboxnet0" dengan cara pilih Network > Host-only Network > klik ikon +
  16. Lalu kita tambah interface "vboxnet0" dengan cara pilih Network > Host-only Network > klik ikon +
  17. Selanjutnya kita tentukan konfigurasi IP Address nya
  18. +]untuk server kita kasih
    ip address : 192.168.2.1/24
    network    : 192.168.2.0

    +]untuk client / hostnya kita kasih
    ip address : 192.168.2.2/24
    network    : 192.168.2.0
  19. kita kasih dulu ip nya untuk client dengan cara klik setting pada interface vboxnet0 dan masukkan ipnya : 192.168.2.2/24
  20. kita kasih dulu ip nya untuk client dengan cara klik setting pada interface vboxnet0 dan masukkan ipnya : 192.168.2.2/24
  21. Lalu masukkan file iso debian 7 DVD 1
  22. Lalu masukkan file iso debian 7 DVD 1
  23. Lalu kita klik settings > network > pilih host-only adapter > pilih interface vboxnet0
  24. Lalu kita klik settings > network > pilih host-only adapter > pilih interface vboxnet0
  25. Setelah selesai kita klik Start
  26. Setelah tampil seperti gambar dibawah ini pilih Install
  27. Setelah tampil seperti gambar dibawah ini pilih Install
  28. Pilih bahasa english
  29. Pilih bahasa english
  30. Selanjutnya pilih lokasi anda dengan cara pilih "other" - "Asia" - "Indonesia"
  31. Selanjutnya pilih lokasi anda dengan cara pilih "other" - "Asia" - "Indonesia"
  32. Pilih bahasa penulisan locales United States - en_US.UTF-8
  33. Pilih bahasa penulisan locales United States - en_US.UTF-8
  34. Lalu pilih bahasa keyboard American English
  35. Lalu pilih bahasa keyboard American English
  36. Selanjutnya kita konfigurasi Jaringan Interface nya, jika ada pesan failed network dhcp pencet continue aja
  37. Selanjutnya kita konfigurasi Jaringan Interface nya, jika ada pesan failed network dhcp pencet continue aja
  38. Disini saya akan mengkonfigurasi jaringannya secara langsung pada pilihan "Configure Network Manually" jika ingin mengatur konfigurasi jaringan pada saat setelah instalasi pilih saja "DO not configure the network at this time" lanjut saja dan saya pilih "Configure Network Manually"
  39. "Configure Network Manually"
  40. Atur ip addressnya 192.168.2.1/24
  41. Atur ip addressnya 192.168.2.1/24
  42. Gatewaynya kita atur 192.168.2.1
  43. gatewaynya kita atur 192.168.2.1
  44. Masukkan name server addres / dns nya 192.168.2.1
  45. Masukkan name server addres / dns nya 192.168.2.1
  46. Masukkan Hostname server
  47. Masukkan Hostname server
  48. Masukkan domain name nya misal : sibro21.id
  49. Masukkan domain name nya misal : sibro21.id
  50. Masukkan password untuk root dan continue lalu masukkan lagi password root tadi
  51. Masukkan password untuk root dan continue lalu masukkan lagi password root tadi
  52. Masukkan nama lengkap username
  53. Masukkan nama lengkap username
  54. Masukkan password untuk username account tadi
  55. Masukkan password untuk username account tadi
  56. Pilih lokasi waktu anda
  57. Pilih lokasi waktu anda
  58. Atur metode partisi yang akan digunakan sebagai tempat server, pilih "Guided - use entire disk and set up LVM"
  59. Guided - use entire disk and set up LVM
  60. Pilih harddisknya
  61. Pilih harddisknya
  62. Pilih all files
  63. Pilih all files
  64. Pilih yes karena hardisk kita akan diformat
  65. Pilih yes karena hardisk kita akan diformat
  66. Lalu pilih Finish partitioning and write changes to disk
  67. Kemudian pilih yes untuk memformat hardisk kita untuk penempatan file-file system linux
  68. Tunggu penginstallan selesai
  69. Tunggu penginstallan selesai
  70. Pilih No saat disuruh untuk menscan dvd lain
  71. Pilih No saat disuruh untuk menscan dvd lain
  72. Pilih no saat disuruh menggunakan network mirror / repository
  73. Pilih yes saat survey
  74. Pilih yes saat survey
  75. Piih aplikasi yang akan kita install, pilih saja SSH dan Standard system utilities dengan menekan spasi untuk memilih
  76. pilih saja SSH dan Standard system utilities
  77. Tunggu penginstalan aplikasi selesai
  78. Pilih yes untuk menginstall Grub Loader
  79. Pilih yes untuk menginstall Grub Loader
  80. Setelah installasinya selesai, maka kita akan restart debian di virtualbox kita
  81. restart debian di virtualbox kita
  82. Nah kita coba login ke debian server kita, jika bisa login maka kita sudah menginstallnya
  83. Nah kita coba login ke debian server kita, jika bisa login maka kita sudah menginstallnya
Oke sampai disini dulu ya.. konfigurasinya kita lanjutkan di sesi berikutnya :)
Baca Selengkapnya