Showing posts with label pengertian. Show all posts
Showing posts with label pengertian. Show all posts

Monday, September 30, 2019

Tentang Memori Internal

Image result for memory computer
Memori Internal
Apa itu Memori? Memori adalah bagian dari komputer tempat program–program dan data–data disimpan.

Lalu apa itu Memori Internal? Memori Internal adalah Memory yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor. Dalam hal ini yang disimpan di dalam memori utama dapat berupa data atau program.

Fungsi dari memori utama sendiri adalah :
1. Menyimpan data yang berasal dari peranti masukan sampai data dikirim ke ALU (Arithmetic and Logic Unit) untuk diproses.
2. Menyimpan daya hasil pemrosesan ALU sebelum dikirimkan ke peranti keluaran Menampung program/instruksi yang berasal dari peranti masukan atau dari peranti pengingat sekunder.

Jenis - Jenis Memory Internal:
1. RAM (Random Access Memory)
jenis memori yang isinya dapat diganti-ganti selama komputer dihidupkan dan sebagai suatu penyimpanan data yang dapat dibaca atau ditulis dan dapat dilakukan secara berulang-ulang dengan data yang berbeda-beda. Jenis memori ini merupakan jenis volatile (mudah menguap), yaitu data yang tersimpan akan hilang jika catu dayanya dimatikan.

Karena alasan tersebut, maka program utama tidak pernah disimpan di RAM. Random artinya data yang disimpan pada RAM dapat diakses secara acak. Modul memori RAM yang umum diperdagangkan berkapasitas 1GB, 2GB, 4GB, 8GB dst.

RAM dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu jenis Statik dan Dinamik.
RAM statik menyimpan satu bit informasi dalam sebuah flip-flop. RAM statik biasanya digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang tidak memerlukan kapasitas memori RAM yang besar.
RAM dinamik menyimpan satu bit informasi data sebagai muatan. RAM dinamik menggunakan kapasitansi gerbang substrat sebuah transistor MOS sebagai sel memori elementer. Untuk menjaga agar data yang tersimpan RAM dinamik tetap utuh, data tersebut harus disegarkan kembali dengan cara membaca dan menulis ulang data tersebut ke memori. RAM dinamik ini digunakan untuk aplikasi yang memerlukan RAM dengan kapasitas besar, misalnya dalam sebuah komputer pribadi (PC).

Jenis RAM Terbaru:
DRAM (Dynamic Random Access Memory)
Di ciptakan oleh perusahaan IBM pada tahun 1970. Memiliki kecepatan antara 4,77 MHz sampai dengan 40 MHz.
FPM DRAM (Fast Page Mode DRAM)
Diciptakan pada tahun 1987, lebih dikenal dengan nama FPM. FPM sendiri memiliki kecepatan antara 16 MHz sampai dengan 66 MHz.
EDO DRAM (Extended Data Output Dynamic Random Access Memory)
Munculnya EDO DRAM untuk menyempurnakan jenis memori sebelumnya yaitu FPM DRAM. EDO RAM sendiri digunakan oleh komputer dengan prosesor Intel 486 dan juga intel pentium generasi pertama. Saya sendiri walaupun tidak pernah merasakan kemampuan dari jenis memori RAM komputer ini namun saya pernah memilikinya. Kebetulan prosesor yang digunakan Intel pentium I. Ukurannya sangatlah kecil, mirip dengan RAM Laptop.
SD RAM (Synchoronous Dynamic RAM)
Pada tahun 1996 dan 1997 muncul SD RAM PC 66. PC 66 berarti RAM ini memiliki kecepatan 66 MHz. Kemudian muncul lagi SD RAM PC 100 yang digunakan untuk komputer pentium II. Pada tahun 1999, SDRAM PC 133 di luncurkan ke pasaran. SDRAM terus ditingkatkan menjadi PC 150.
RD RAM (Rambus DRAM)
Sering juga disebut dengan DRDRAM atau juga Rambus memory merupakan jenis ram yang memiliki kecepatan sangat tinggi pada masa itu. RAM jenis ini bisa mengalirkan data 1GB / s. Cukup jauh apabila dibandingkan dengan SDRAM. Namun menurut sumber yang pernah saya baca, Rambus RAM akhirnya menghilang dari pasaran dikarenakan harganya yang terlampau tinggi.
DDR SDRAM (double data rate synchoronous RAM)
Pada tahun 1999, dua perusahaan yang saling bersaing yaitu AMD dan Intel meningkatkan kecepatan clock prosesornya masing-masing. Dan ini berimbas kepada kebutuhan RAM yang bisa mengimbangi kemampuan prosesor tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut maka di ciptakan DDR SDRAM atau yang lebih dikenal dengan RAM tipe DDR1. Umumnya untuk prosesor pentium III sampai dengan pentium IV.
DDR2 SDRAM
Pengembangan berlanjut ke jenis terbaru. RAM ini muncul pada tahun 2005. DDR2 memiliki kecepatan lebih baik. RAM tipe DDR2 pun saat ini masih banyak beredar walaupun untuk kapasitas 2GB sangat sulit untuk ditemui di pasaran. Walaupun ada harganya lumayan mahal, bahkan setara dengan 4GB DDR3. RAM ini digunakan dari prosesor pentium IV sampai dengan generasi Core Duo. RAM tipe ini membutuhkan daya sebesar 1,8 Volt.
DDR3 SDRAM
Pada pertengahan tahun 2007 muncul kembali jenis RAM terbaru yaitu DDR3 SD RAM. Membutuhkan daya hanya 1,5Volt. Kemampuan yang lebih baik begitu juga lebih irit daya membuat RAM DDR2 tertinggal jauh. Namun harganya pada waktu itu cukuplah tinggi membuat RAM ini belum dilirik orang lain. Barulah pada tahun 2010 RAM ini mulai diburu pengguna komputer. Untuk saat ini harga RAM DDR3 jauh lebih murah daripada DDR2. RAM ini mulai digunakan pada prosesor Core Duo sampai dengan Core i7.
DDR4 SDRAM
RAM yang dirilis pada tahun 2014 namun ternyata baru bisa digunakan pada tahun 2015 merupakan RAM tipe paling baru saat ini. Untuk harga sendiri masih belum bisa dijangkau untuk kalangan biasa. Apalagi RAM ini masih diperuntukkan untuk prosesor kelas atas miliknya Intel.

2. ROM (Read Only Memory)
perangkat keras pada komputer berupa chip memori semikonduktor yang isinya hanya dapat dibaca. Jenis memori ini datanya hanya bisa dibaca dan tidak bisa ditulis secara berulang-ulang. Memori ini berjenis non-volatile, artinya data yang disimpan tidak mudah menguap (hilang) walaupun catu dayanya dimatikan.

ROM pada komputer disediakan oleh vendor komputer dan berisi program atau data.Di dalam PC, ROM biasa disebut BIOS (Basic Input/Output System) atau ROM-BIOS. Instruksi dalam BIOS inilah yang akan dijalankan oleh mikroprosesor ketika komputer mulai dihidupkan.

Jenis ROM:
PROM ( Progamble ROM)
Merupakan sebuah chip memory yang hanya dapat diisi data satu kali saja. Sekali saja program dimasukkan ke dalam sebuah PROM, maka program tersebut akan beradapada PROM seterusnya. Berbeda hanya dengan RAM, pada PROM data akan tetap aka nada walaupun computer dimatikan.
RPROM (Re-Programble ROM)
RPROM yaitu ROM yang bisa kita program kembali dengan catatan hanya boleh satu kali perubahan setelah itu tidak dapat lagi diprogram.
EPROM (Eraseble Programble ROM)
EPROM adalah jenis khusus PROM yang dapat dihapus dengan bantuan sinar ultra violet, setelah dihapus, EPROM dapat deprogram lagi.
EEPROM (Elektrically Eraseble Programble ROM)
EEPROM adalah tipe khusus dari PROM yang bisa dihapus dengan memakai perintah elektris. EEPROM dapat menyimpan isi datanya bahkan saat listrik sudah mati.

Referensi:


Baca Selengkapnya
asjasb

Monday, September 23, 2019

Sekilas Tentang ROM

Image result for rom computer
Pengertian ROM
Read-Only Memory atau ROM ini adalah salah satu memori yang ada dalam komputer. ROM ini sifatnya permanen, artinya program / data yang disimpan didalam ROM ini tidak mudah hilang atau berubah walau aliran listrik di matikan.
Menyimpan data pada ROM tidak dapat dilakukan dengan mudah, namun membaca data dari ROM dapat dilakukan dengan mudah. Biasanya program / data yang ada dalam ROM ini diisi oleh pabrik yang membuatnya. Oleh karena sifat ini, ROM biasa digunakan untuk menyimpan firmware(piranti lunak yang berhubungan erat dengan piranti keras).
Salah satu contoh ROM adalah ROM BIOS yang berisi program dasar system komputer yang mengatur / menyiapkan semua peralatan / komponen yang ada dalam komputer saat komputer dihidupkan.

Cara Kerja ROM
ROM (Read Only Memory) biasa juga disebut sebagai firmware merupakan jenis memori yang isinya tidak hilang ketika tidak mendapat aliran listrik dan pada awalnya isinya hanya bisa dibaca. ROM pada komputer disediakan oleh vendor komputer yang berisi program dan data. Di dalam sebuah PC, ROM biasa disebut sebagai BIOS (Basic Input/Output System) atau ROM-BIOS
Instruksi dalam BIOS inilah yang akan dijalankan oleh mikroprosesor ketika komputer mulai dihidupkan. Umumnya proses yang terkandung dalam BIOS secara berurutan adalah sebagai berikut:
  1. Memeriksa isi CMOS.
  2. Membuat penanganan interupsi (Interrupt Handlers) dan pengendali piranti (device driver)
  3. Menginisialisasi register dan manejemen daya listrik.
  4. Melakukan pengujian perangkat keras (POST atau the power-on self test) untuk memastikan bahwa semua perangkat keras dalam keadaan baik.
  5. Menampilkan pengaturan-pengaturan pada sistem.
  6. Menentukan piranti yang akan digunakan untuk menjalankan program (misalkan pirantinya adalah harddisk).
  7. Mengambil isi boot sector. Boot sector juga merupakan sebuah program kecil. Oleh BIOS program ini dimuat ke RAM dan kemudian mikroprosesor akan mengeksekusi perintah-perintah yang sudah berada dalam RAM tersebut.

Macam ROM 
  • PROM ( Progamble ROM)
Merupakan sebuah chip memory yang hanya dapat diisi data satu kali saja. Sekali saja program dimasukkan ke dalam sebuah PROM, maka program tersebut akan beradapada PROM seterusnya. Berbeda hanya dengan RAM, pada PROM data akan tetap aka nada walaupun computer dimatikan.
  • RPROM (Re-Programble ROM)
RPROM yaitu ROM yang bisa kita program kembali dengan catatan hanya boleh satu kali perubahan setelah itu tidak dapat lagi diprogram.
  • EPROM (Eraseble Programble ROM)
EPROM adalah jenis khusus PROM yang dapat dihapus dengan bantuan sinar ultra violet, setelah dihapus, EPROM dapat deprogram lagi.
  • EEPROM (Elektrically Eraseble Programble ROM)
EEPROM adalah tipe khusus dari PROM yang bisa dihapus dengan memakai perintah elektris. EEPROM dapat menyimpan isi datanya bahkan saat listrik sudah mati.

sumber:
http://hendipradana96.blogspot.com/2013/09/sejarah-rom-komputer.html
http://materisekolahonline.blogspot.com/2015/05/sejarah-perkembangan-rom.html
http://noryaniilkom15.blogspot.com/2016/04/perkembangan-sejarah-rom.html
Baca Selengkapnya
asjasb

Monday, May 1, 2017

CCNA R/S Pengertian dan Konfigurasi Point-to-Point Protocol (PPP) Cisco Packet Tracer

CCNA R/S Pengertian dan Konfigurasi Point-to-Point Protocol (PPP)  Cisco Packet Tracer

Pengertian PPP
 
Sering disingkat menjadi PPP adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link (layer 2)  dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.

Fitur  PPP
  1. Dapat digunakan di interface fisik : asynchronous serial, synchronous serial (dial-up), ISDN
  2. Mendukun Multiple Protocol Layer Network, misal IP, IPX, AppleTalk
  3. Menyediakan autentikasi (optional) Melalui PAP (2-way authentication) atau CHAP (3-way authentication)
  4. Mendukung koneksi Multilink, loadbalancing Traffic melalui multiple link fisik
  5. Terdapat LQM (Link Quality Monitoring) yang dapat mendeteksi link error dan otomatis mematikan link jika terdapat banyak error
  6. Terdapat loop link detection, yang dapat mendeteksi adanya looping
  7. Menggunakan dua protokol utama untuk establish dan memaintain link yaitu LCP (Link Control Protocol) dan NCP (Network Control Protocol)
  8. PPP menggunakan Tingkat Tinggi Data Link Control (HDLC) protokol sebagai dasar untuk encapsulating datagrams lebih link point-to-point 
  9. PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment  (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
  10. PPP protocol mendukung authentication kedua jenis clear text PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol)  
  11. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju karenanya
    PPP protocol mendukung berbagai macam protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sebagainya.
     
PPP mengandung Header yang mengindikasikan pemakaian protocol layer Network.PPP protocol Link Control Protocol (LCP) merupakan satu set layanan yang melaksanakan setup link dan memiliki Fase sebagai berikut :
·        Link Entablisment and Negotiation, mencoba untuk membentuk link dengan router lawan (pembentukan link) request link dan router tetangga mengirim acnowlegment dengan isi [setuju atau tidak]. Pada fase ini akan menawarkan opsi :
o   Authentication, mengirim dalam persetujuan PAP atau CHAP
o   Compression, setiap mengirim dalam bentuk di kompres atau tidak
o   Multilink, dalam satu interface dalpat membuat beberapa virtual link
·        Determination Link Qualitiy, menentukan kualitas linknya (optional)
·        NCP (Network Control Protocol) berfungsi mengontrol establisment

PPP protocol dapat berjalan pada bermacam-macam standard physical synchronous danasynckronous termasuk :
          >Serial Asynchronous seperti dial-up 
          >ISDN 
          >Serial synchronous 
          >HIgh Speed Serial Interface (HSSI)
 Konfigurasi
  •  Setup PPP encapsulation pada interface 
(IF) encapsuation ppp
note: encapsulation ppp harus di setup dulu sebelum konfigurasi autentikasi atau kompresi
  • Pilih mode autentikasi PAP atau CHAP (optional)
(IF) ppp authentication <chap|pap>
  • Apabila autentikasi digunakan, buatlah username dan password 
(IF) username <hostname> password <paasword>
  • Mengaktifkan kompresi
(IF) ppp compression
 =================================================================== 
KONFIGURASI POINT-TO-POINT PROTOCOL (PPP) CISCO PACKET TRACER
===================================================================
Tujuan
  • Setting Routing
  • Setting enkapsulasi PPP 

siapkan topologinya seperti gamabr dibawah , sudah tertera IP address masing masing device
 kemudian kasih ip address tiap end device


=======================================================================
Konfigurasi Routing OSPF ID 1
=======================================================================
Setting Routing
  •  Aktifkan Routing OSPF single-area pada semua router dan menggunakan proses ID 1.Tambahkan semua network ke dalam proses OSPF kecuali 209.165.200.224/27
Central

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname central
central(config)#int ser0/0/0
central(config-if)#ip address 10.1.1.2 255.255.255.252
central(config-if)#no sh
central(config-if)#int se0/0/1
central(config-if)#ip address 10.2.2.2 255.255.255.252
central(config-if)#no sh
central(config)#int lo0
central(config-if)#ip address 209.165.200.225 255.255.255.224
central(config-if)#ex
central(config)#router ospf 1
central(config-router)#net 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
central(config-router)#net 10.2.2.0 0.0.0.3 area 0
central(config-router)#ex
central(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
central(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
central(config)#


Branch1

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname branch1
branch1(config)#int se0/0/0
branch1(config-if)#ip add 10.1.1.1 255.255.255.252
branch1(config-if)#n sh
branch1(config-if)#int gig0/0
branch1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
branch1(config-if)#no sh
branch1(config-if)#ex
branch1(config)#router ospf 1
branch1(config-router)#net 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
branch1(config-router)#net 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
branch1(config-router)#ex
branch1(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
branch1(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
branch1(config)#


Branch2

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname branch2
branch2(config)#int se0/0/1
branch2(config-if)#ip add 10.2.2.1 255.255.255.252
branch2(config-if)#n sh
branch2(config-if)#int gig0/0
branch2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
branch2(config-if)#no sh
branch2(config-if)#ex
branch2(config)#router ospf 1
branch2(config-router)#net 10.2.2.0 0.0.0.3 area 0
branch2(config-router)#net 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
branch2(config-router)#ex
branch2(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
branch2(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
branch2(config)#
======================================================================
Verifikasi
======================================================================
Ping ke masing masing end device


==========================================================
KONFIGURASI ENKAPSULASI PPP ANTARA BRANCH1 DAN CENTRAL
==========================================================


branch1#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.1/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation HDLC, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 61 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 62 bits/sec, 0 packets/sec
     146 packets input, 9868 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     138 packets output, 9272 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 2 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

branch1#
Harap diingat bahwa HDLC sebagai default enkapsulasi pada serial router cisco , maka harus diubah ke PPP
=========================================================


branch1#conf ter
branch1(config)#int se0/0/0
branch1(config-if)#encapsulation ppp

=========================================================
se0/0/0 di branch masih DOWN , karena int se0/0/0 di central belum di config PPP


branch1(config-if)#ex
branch1(config)#ex
branch1#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

branch1#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     192.168.1.1     YES manual up                    up
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.1        YES manual up                    down
Serial0/0/1            unassigned      YES unset  administratively down down
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
branch1#

=========================================================
Setting enkapsilasi PPP
central(config)#int se0/0/0
central(config-if)#encapsulation ppp
central(config-if)#

=========================================================
Kita lihat lagi bahwa sudah terenkapsulasi PPP di branch1
branch1#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.1/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation PPP, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  LCP Open
  Open: IPCP, CDPCP
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 16 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 17 bits/sec, 0 packets/sec
     15 packets input, 1160 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     13 packets output, 868 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

branch1#

=========================================================
Begitu juga dengan Router Central
central#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.2/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation PPP, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  LCP Open
  Open: IPCP, CDPCP
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 26 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 25 bits/sec, 0 packets/sec
     21 packets input, 1456 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     18 packets output, 1376 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

central#

========================================================
maka otomatis akan UP sendiri ketika sudah dienkapsulasi antara Branch1 dan Central
branch1#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     192.168.1.1     YES manual up                    up
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.1        YES manual up                    up
Serial0/0/1            unassigned      YES unset  administratively down down
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
branch1#
central#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     unassigned      YES unset  administratively down down
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.2        YES manual up                    up
Serial0/0/1            10.2.2.2        YES manual up                    up
Loopback0              209.165.200.225 YES manual up                    up
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
central#

==========================================================
KONFIGURASI ENKAPSULASI PPP ANTARA BRANCH2 DAN CENTRAL
==========================================================


central(config)#int se0/0/1
central(config-if)#encapsulation ppp
central(config-if)#

=======================================================
branch2(config)#int se0/0/1
branch2(config-if)#encapsulation ppp
branch2(config-if)#
=======================================================
LAKUKAN PENGECEKAN SEPERTI ANTARA BRANCH1 DAN CENTRAL
=======================================================
Jika sudah selesai verifikasi konektifitas end-to-end dengan cara test ping antar PC0 dan PC1, pastikan bahwa bisa saling ping antara router Central dan branch2 dan routing OSPF berjalan dengan normal.

Untuk file .pkt dapat kamu DOWNLOAD DISINI
Kamu juga bisa streaming Tutorialnya DISINI
atau lihat video dibawah



Referensi
  • https://learningto-earning.blogspot.sg/2016/03/pengertian-point-to-point-protocol-ppp.html?showComment=1493551006584#c8765029278945884383 
  • CCNA lab Guide NIXTRAIN
 
Baca Selengkapnya