Showing posts with label tkj. Show all posts
Showing posts with label tkj. Show all posts

Tuesday, May 2, 2017

Cara Mengatasi GRUB Hilang saat Dualboot Windows 7 dan Linux Mint 18

Cara Mengatasi GRUB Hilang saat Dualboot Windows 7 dan Linux Mint 18

Asalamualaikum wr wb

Menginstal dua sistem operasi yang berbeda terkadang membuat kita bingung sistem operasi mana yang akan kita install dulu.
Umumnya sistem operasi windowsnya yang kita install dulu , baru selanjutnya linux karena GRUB yang diinstall dari linux
Maka dari itu paermasalahan yang sering muncul adalah kita sudah install linux dan menyayangkannya jika linux dihapus dan diinstall windows terlebih dahulu
Dan jika kita sudah install linux dan ingin langsung dilanjukan sistem operasi windows , kemungkinan besar GRUB akan hilang. Dan hanya bisa membuka windows dan tidak bisa membuka linux alias ketutup.
Tapi tidak usah kawatir karena untuk mengatasi masalah tersebut sangatlah mudah ternyata.

Akhir-akhir ini laptop saya yang berisikan windows7 dan linux mint 18, terdapat masalah di windowsnya . maka dari itu saya tidak ragu untuk menginstall ulang yang windows.Setelah install ulang windows saya sudah tidak dapat mengakses linux. Cara mengatasinya siapkan alat berikut:

1.Bootable linux mint 18 , atau kalau tidak ada pakai distro lain seperti ubuntu, debian dll.

Langkah-Langkah

1.Booting ke bootable linux mint 18
2.Kemudian buka terminal atau tekan Ctrl+alt+t
3.Kemudian login sebagai Superuser dengan mengetikan "sudo su" atau "sudo -i" nanti user mint akan pindah as superuser
 
4.Langkah selanjutnya lihat Partisi pada PC atau lapop dengan mengetik perintah fdisk -l
5.Kemudian kita lihat partisi yang ber Type Linux adalah Device /dev/sda3
6.Setelah mengetahui devicenya maka mount device tersebut ke directory /mnt dengan perintah
mount /dev/sda3 /mnt

7.Kemudian install GRUB dengan perintah

grub-install --root-directory /mnt/ /dev/sda

Lalu akan muncul pemberitahuan jika No error reported maka installasi berhasil
8.kemudian restart PC atau Laptop dengan perintah reboot
Selesai
Demikian CARA MENGATASI GRUB HILANG SAAT DUALBOOT, semoga makin bermanfaat bagi kita semua.jangan lupa share ya
Baca Selengkapnya
asjasb

Monday, May 1, 2017

CCNA R/S Pengertian dan Konfigurasi Point-to-Point Protocol (PPP) Cisco Packet Tracer

CCNA R/S Pengertian dan Konfigurasi Point-to-Point Protocol (PPP)  Cisco Packet Tracer

Pengertian PPP
 
Sering disingkat menjadi PPP adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link (layer 2)  dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.

Fitur  PPP
  1. Dapat digunakan di interface fisik : asynchronous serial, synchronous serial (dial-up), ISDN
  2. Mendukun Multiple Protocol Layer Network, misal IP, IPX, AppleTalk
  3. Menyediakan autentikasi (optional) Melalui PAP (2-way authentication) atau CHAP (3-way authentication)
  4. Mendukung koneksi Multilink, loadbalancing Traffic melalui multiple link fisik
  5. Terdapat LQM (Link Quality Monitoring) yang dapat mendeteksi link error dan otomatis mematikan link jika terdapat banyak error
  6. Terdapat loop link detection, yang dapat mendeteksi adanya looping
  7. Menggunakan dua protokol utama untuk establish dan memaintain link yaitu LCP (Link Control Protocol) dan NCP (Network Control Protocol)
  8. PPP menggunakan Tingkat Tinggi Data Link Control (HDLC) protokol sebagai dasar untuk encapsulating datagrams lebih link point-to-point 
  9. PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment  (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
  10. PPP protocol mendukung authentication kedua jenis clear text PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol)  
  11. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju karenanya
    PPP protocol mendukung berbagai macam protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sebagainya.
     
PPP mengandung Header yang mengindikasikan pemakaian protocol layer Network.PPP protocol Link Control Protocol (LCP) merupakan satu set layanan yang melaksanakan setup link dan memiliki Fase sebagai berikut :
·        Link Entablisment and Negotiation, mencoba untuk membentuk link dengan router lawan (pembentukan link) request link dan router tetangga mengirim acnowlegment dengan isi [setuju atau tidak]. Pada fase ini akan menawarkan opsi :
o   Authentication, mengirim dalam persetujuan PAP atau CHAP
o   Compression, setiap mengirim dalam bentuk di kompres atau tidak
o   Multilink, dalam satu interface dalpat membuat beberapa virtual link
·        Determination Link Qualitiy, menentukan kualitas linknya (optional)
·        NCP (Network Control Protocol) berfungsi mengontrol establisment

PPP protocol dapat berjalan pada bermacam-macam standard physical synchronous danasynckronous termasuk :
          >Serial Asynchronous seperti dial-up 
          >ISDN 
          >Serial synchronous 
          >HIgh Speed Serial Interface (HSSI)
 Konfigurasi
  •  Setup PPP encapsulation pada interface 
(IF) encapsuation ppp
note: encapsulation ppp harus di setup dulu sebelum konfigurasi autentikasi atau kompresi
  • Pilih mode autentikasi PAP atau CHAP (optional)
(IF) ppp authentication <chap|pap>
  • Apabila autentikasi digunakan, buatlah username dan password 
(IF) username <hostname> password <paasword>
  • Mengaktifkan kompresi
(IF) ppp compression
 =================================================================== 
KONFIGURASI POINT-TO-POINT PROTOCOL (PPP) CISCO PACKET TRACER
===================================================================
Tujuan
  • Setting Routing
  • Setting enkapsulasi PPP 

siapkan topologinya seperti gamabr dibawah , sudah tertera IP address masing masing device
 kemudian kasih ip address tiap end device


=======================================================================
Konfigurasi Routing OSPF ID 1
=======================================================================
Setting Routing
  •  Aktifkan Routing OSPF single-area pada semua router dan menggunakan proses ID 1.Tambahkan semua network ke dalam proses OSPF kecuali 209.165.200.224/27
Central

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname central
central(config)#int ser0/0/0
central(config-if)#ip address 10.1.1.2 255.255.255.252
central(config-if)#no sh
central(config-if)#int se0/0/1
central(config-if)#ip address 10.2.2.2 255.255.255.252
central(config-if)#no sh
central(config)#int lo0
central(config-if)#ip address 209.165.200.225 255.255.255.224
central(config-if)#ex
central(config)#router ospf 1
central(config-router)#net 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
central(config-router)#net 10.2.2.0 0.0.0.3 area 0
central(config-router)#ex
central(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
central(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
central(config)#


Branch1

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname branch1
branch1(config)#int se0/0/0
branch1(config-if)#ip add 10.1.1.1 255.255.255.252
branch1(config-if)#n sh
branch1(config-if)#int gig0/0
branch1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
branch1(config-if)#no sh
branch1(config-if)#ex
branch1(config)#router ospf 1
branch1(config-router)#net 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
branch1(config-router)#net 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
branch1(config-router)#ex
branch1(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
branch1(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
branch1(config)#


Branch2

Router>en
Router#conf ter
Router(config)#hostname branch2
branch2(config)#int se0/0/1
branch2(config-if)#ip add 10.2.2.1 255.255.255.252
branch2(config-if)#n sh
branch2(config-if)#int gig0/0
branch2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
branch2(config-if)#no sh
branch2(config-if)#ex
branch2(config)#router ospf 1
branch2(config-router)#net 10.2.2.0 0.0.0.3 area 0
branch2(config-router)#net 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
branch2(config-router)#ex
branch2(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
branch2(config)#do cop run sta
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
branch2(config)#
======================================================================
Verifikasi
======================================================================
Ping ke masing masing end device


==========================================================
KONFIGURASI ENKAPSULASI PPP ANTARA BRANCH1 DAN CENTRAL
==========================================================


branch1#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.1/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation HDLC, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 61 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 62 bits/sec, 0 packets/sec
     146 packets input, 9868 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     138 packets output, 9272 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 2 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

branch1#
Harap diingat bahwa HDLC sebagai default enkapsulasi pada serial router cisco , maka harus diubah ke PPP
=========================================================


branch1#conf ter
branch1(config)#int se0/0/0
branch1(config-if)#encapsulation ppp

=========================================================
se0/0/0 di branch masih DOWN , karena int se0/0/0 di central belum di config PPP


branch1(config-if)#ex
branch1(config)#ex
branch1#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

branch1#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     192.168.1.1     YES manual up                    up
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.1        YES manual up                    down
Serial0/0/1            unassigned      YES unset  administratively down down
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
branch1#

=========================================================
Setting enkapsilasi PPP
central(config)#int se0/0/0
central(config-if)#encapsulation ppp
central(config-if)#

=========================================================
Kita lihat lagi bahwa sudah terenkapsulasi PPP di branch1
branch1#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.1/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation PPP, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  LCP Open
  Open: IPCP, CDPCP
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 16 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 17 bits/sec, 0 packets/sec
     15 packets input, 1160 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     13 packets output, 868 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

branch1#

=========================================================
Begitu juga dengan Router Central
central#sh int se0/0/0
Serial0/0/0 is up, line protocol is up (connected)
  Hardware is HD64570
  Internet address is 10.1.1.2/30
  MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation PPP, loopback not set, keepalive set (10 sec)
  LCP Open
  Open: IPCP, CDPCP
  Last input never, output never, output hang never
  Last clearing of "show interface" counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: weighted fair
  Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
     Conversations  0/0/256 (active/max active/max total)
     Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
     Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
  5 minute input rate 26 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 25 bits/sec, 0 packets/sec
     21 packets input, 1456 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     18 packets output, 1376 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
     0 carrier transitions
     DCD=up  DSR=up  DTR=up  RTS=up  CTS=up

central#

========================================================
maka otomatis akan UP sendiri ketika sudah dienkapsulasi antara Branch1 dan Central
branch1#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     192.168.1.1     YES manual up                    up
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.1        YES manual up                    up
Serial0/0/1            unassigned      YES unset  administratively down down
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
branch1#
central#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
GigabitEthernet0/0     unassigned      YES unset  administratively down down
GigabitEthernet0/1     unassigned      YES unset  administratively down down
Serial0/0/0            10.1.1.2        YES manual up                    up
Serial0/0/1            10.2.2.2        YES manual up                    up
Loopback0              209.165.200.225 YES manual up                    up
Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down
central#

==========================================================
KONFIGURASI ENKAPSULASI PPP ANTARA BRANCH2 DAN CENTRAL
==========================================================


central(config)#int se0/0/1
central(config-if)#encapsulation ppp
central(config-if)#

=======================================================
branch2(config)#int se0/0/1
branch2(config-if)#encapsulation ppp
branch2(config-if)#
=======================================================
LAKUKAN PENGECEKAN SEPERTI ANTARA BRANCH1 DAN CENTRAL
=======================================================
Jika sudah selesai verifikasi konektifitas end-to-end dengan cara test ping antar PC0 dan PC1, pastikan bahwa bisa saling ping antara router Central dan branch2 dan routing OSPF berjalan dengan normal.

Untuk file .pkt dapat kamu DOWNLOAD DISINI
Kamu juga bisa streaming Tutorialnya DISINI
atau lihat video dibawah



Referensi
  • https://learningto-earning.blogspot.sg/2016/03/pengertian-point-to-point-protocol-ppp.html?showComment=1493551006584#c8765029278945884383 
  • CCNA lab Guide NIXTRAIN
 
Baca Selengkapnya
asjasb

Friday, March 31, 2017

Kumpulan Soal-soal UN-UNBK Teori Kejuruan TKJ

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kali ini Muhammad Sibro akan berbagi soal-soal ujian teori kejuruan TKJ. Ini saya download dari grup kelas yang diunggah oleh guru saya ( Muhal Haekal ) btw bisa di add 2 fb tersebut biar akrab nih wkwkw, langsung saja sikat link dibawah ini ya lagi males ngetik panjang lebar --

Link?
Ok kurasa cukup, kalo ada yang mau nambah silahkan kontak saya oke biar bermanfaat apa yang kau beri.
Silahkan tinggalkan komentar dan share post ini bila bermanfaat

Baca Selengkapnya

Saturday, November 19, 2016

Manajemen Traffic dan Bandwidth Pada Jaringan

Manajemen Traffic pada jaringan adalah suatu usaha mengontrol traffic jaringan sehingga bandwidth lebih optimal dan performa network lebih terjamin.

😀 😀
Manajemen Bandwidth pada jaringan adalah suatu istilah yang ditujukan pada suatu subsistem antrian packet dalam/pada suatu jaringan atau network devices.

Manajemen Traffic dan Bandwidth Pada  Jaringan

Manajemen Bandwidth pada jaringan
Bandwidth adalah besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network. Istilah ini berasal dari bidang teknik listrik, di mana bandwidth yang menunjukkan total jarak atau berkisar antara tertinggi dan terendah sinyal pada saluran komunikasi (band).
Jenis - jenis bandwidth Terdapat dua jenis bandwidth yaitu :
  1. Digital Bandwidth:
  2. Digital Bandwidth adalah jumlah atau volume data yang dapat dikirimkan melalui sebuah saluran komunikasi dalam satuan bits per second tanpa distorsi.
  3. Analog Bandwith:
  4. Analog Bandwidth adalah perbedaan antara frekuensi terendah dengan frekuensi tertinggi dalam sebuah rentang frekuensi yang diukur dalam satuan Hertz (Hz) atau siklus per detik, yang menentukan berapa banyak informasi yang bisa ditransimisikan dalam satu saat.
Management Bandwidth Management Bandwith, adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk management dan mengoptimalkan berbagai jenis jaringan dengan menerapkan layanan Quality Of Service (QoS) untuk menetapkan tipe-tipe lalulintas jaringan. sedangkan QoS adalah kemampuan untuk menggambarkan suatu tingkatan pencapaian didalam suatu sistem komunikasi data.
Maksud dari manajemen bandwidth ini adalah bagaimana kita menerapkan pengalokasian atau pengaturan bandwidth dengan menggunakan sebuah PC Router Mikrotik. Manajemen bandwith memberikan kemampuan untuk mengatur Bandwidth jaringan dan memberikan level layanan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas sesuai dengan permintaan pelanggan.

Menguji hasil manajemen bandwidth pada jaringan
  • BitMeter
  • software untuk melihat/mengecek berapa kecepatan upload dan download dari koneksi internet anda baik untuk paket unlimited ataupun kuota yang anda beli dari ISP pilihan anda. kecepatan upload dan download
  • NetTraffic
  • untuk monitor kecepatan internet yang ditampilkan kedalam bentuk grafik pekaian perhari/bulanan dan tahunan yang memudahkan anda untuk mengetahui dan mengukur dengan tepat kecepatan dan berapa banyak pemakaian bandwidth internet anda.
  • SpeedConnect Internet Accelerator
  • selain menjadi internet/bandwidth meter software ini juga mampu mengoptimalkan koneksi internet dan meningkatkan kecepatan internet anda, browsing, download dan online game jadi lebih cepat.
  • NetSpeedMonitor
  • Seperti namanya, software NetSpeedMonitor untuk memonitor kecepatan koneksi internet upload dan download serta fungsi lain seperti catatan/log berapa banyak bandwidht yang anda habiskan perhari atau bulanan. pake software ini koneksi internet paket kuota anda akan jadi lebih terjaga dan terkontrol.
  • FreeMeter
  • Simple, ringan dan mengerjakan tugasnya adalah gambaran dari software FreeMeter dengan ukuran file 120KB software ini sudah cukup untuk kamu jadikan sebagai alat untuk mengukur kecepatan koneksi internet, banyaknya bandwidth yang terpakai, ping utility, trace route dll dalam satu paket.
Semoga bermanfaat!

Sumber : "http://slideplayer.info/slide/2850216/", "http://slideplayer.info/slide/4079826/"
Baca Selengkapnya

Instalasi Software Monitoring Jaringan

Pengertian Monitoring Jaringan, adalah proses pengumpulan dan melakukan analisis terhadap data-data pada lalu lintas jaringan dengan tujuan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki Jaringan.

Monitoring jaringan ini merupakan bagian dari manajemen jaringan. Monitoring Jaringan dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
  • Connection Monitoring
  • Connection monitoring adalah teknik monitoring jaringan yang dapat dilakukan dengan melakukan tes ping antara monitoring station dan device target, sehingga dapat diketahui bila koneksi terputus.
  • Traffic Monitoring
  • Traffic monitoring adalah teknik monitoring jaringan dengan melihat paket aktual dari traffic pada jaringan dan menghasilkan laporan berdasarkan trafficjaringan.

Instalasi Software Monitoring Jaringan

Tujuan melakukan monitoring jaringan, adalah untuk mengumpulkan informasi yang berguna dari berbagai bagian jaringan sehingga jaringan dapat diatur dan dikontrol dengan menggunakan informasi yang telah terkumpul. Dengan begitu diharapkan jika terjadi touble atau permasalahan dalam jaringan akan cepat diketahui dan diperbaiki sehingga stabilitas jaringan lebih terjamin.
  • Menangkap informasi atau data paket yang dikirim dan diterima dalam jaringan komputer
  • Mengetahui aktivitas yang teradi dalam jaringan komputer
  • Mengetahui dan menganalisa kinerja jaringan komputer yang kita miliki seperti kecepatan akses/share data dan koneksi jaringan ke internet
  • Mengamati keamanan dari jaringan komputer yang kita miliki
Mengintip dan menganalisis aktifitas jaringan mengunakan Wireshark Apa itu Wireshark?
Wireshark merupakan salah satu software atau tool untuk pengawasan jaringan komputer, yang berfungsi untuk mengawasi dan memonitoring jaringan komputer kita, dapat menganalisis keseluruhan dalam jaringan komputer kita dan dari analisis jika terjadi masalah atau kesalahan dalam jaringan bisa segera diketahui dan bisa segera diatasi. Wireshark ini dapat melihat dan menyimpan informasi mengenai paket yang keluar dan masuk di dalam jaringan atau paket yang terkirim dan diterima. Wireshark banyak dipilih untuk digunakan karena tampilan grafisnya (GUI). Terkadang ketika kita ingin mengetahui segala aktivitas dan kegiatan yang terjadi pada jaringan kita, kita dapat melihatnya dengan menggunakan wireshark ini, karena kita bisa melihatnya secara detail. 

Instalasi software monitoring jaringan dengan Wireshark
  1. Pertama download dulu softwarenya di sini pilih sesuai dengan arsitektur sistem operasi anda
  2. Kemudian klik dua kali atau enter pada aplikasi tadi yang telah didownload
  3. Lalu instal seperti menginstall aplikasi biasa, atau ikuti step gambar dibawah ini
  4. Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan
    Instalasi Software Monitoring Jaringan

Konfigurasi dan pengujian tools monitoring jaringan
  1. Jalankan wireshark
  2. Klik menu capture dan pilih Interface seperti yang terlihat pada gambar berikut.
  3. Instalasi Software Monitoring Jaringan
  4. Setelah menu interface di klik, maka akan ada kotak dialog wireshark seperti pada gambar dibawah ini
  5. Instalasi Software Monitoring Jaringan
  6. Kotak dialog pada gambar diatas diperoleh dari daftar antarmuka jaringan yang dimiliki. Kolom paket akan bernilai suatu bilangan tertentu, hal tersebut menunjukkan adanya paket data yang masuk
  7. Pilih interface yang mempunyai paket jaringan yang masuk atau aktif
  8. Selain itu, kita juga dapat melakukan konfigurasi dengan mengklik tombol options
  9. Setelah mengklik tombol options, maka akan tampil seperti gambar berikut ini
  10. Instalasi Software Monitoring Jaringan
  11. Pastikan pada menu capture options tersebut, bagian "Capture packets in promiscuous mode" sudah tercentang.
  12. Kita juga dapat menentukan file dan lokasinya dengan klik tombol browse pada bagian Capture File.
  13. Klik Start
  14. Wireshark akan melakukan sniffing sesuai dengan konfigurasi yang dilakukan
  15. Proses pengambilan paket data ini akan berlangsung secara real time
  16. Semakin lama melakukan sniffing, semakin besar file yang akan dihasilkan
  17. Contoh proses sniffing pada wireshark secara real time seperti pada gambar ini
  18. Instalasi Software Monitoring Jaringan
  19. Untuk menghentikan proses sniffing, klik icon adapter jaringan yang berwarna merah, letaknya nomor empat dari kiri.
  20. Untuk menyimpan paket data yang sudah dicapture secara real time, klik menu File->Save As
  21. Tulis nama file nya, kemudian klik tombol save untuk menyimpan file hasil capture. File nya seharusnya berekstensi .pcap
Semoga Bermanfaat!

Sumber : "http://superman-kartini.blogspot.co.id", "http://iyaksatria.blogspot.co.id", "https://triawan.gitbooks.io"
Baca Selengkapnya

Konfigurasi Integrasi Sistem Operasi Jaringan

Integrasi merupakan penyatuan unsur-unsur dari sesuatu yang berbeda atau beraneka ragam sehingga menjadi satu kesatuan dan pengendalian terhadap konflik atau penyimpangan dari penyatuan unsur-unsur tersebut.

Integrasi data merupakan suatu proses menggabungkan atau menyatukan data yang berasal dari sumber yang berbeda dalam rangka mendukung manajemen informasi dan mendukung pengguna untuk melihat kesatuan data.

Konfigurasi Integrasi Sistem Operasi Jaringan

Fungsi Intergrasi sistem operasi dengan jaringan (internet)
  1. Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan
  2. Mengelola sumber daya jaringan
  3. Menyediakan layanan
  4. Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users
  5. Mudah menambahkan client dan sumber daya lainnnya
  6. Memonitor status dan fungsi elemen – elemen jaringan
  7. Distribusi program dan update software ke client
  8. Menggunakan kemampuan server secara efisien
  9. Menyediakan tolerasi kesalahan
Sumber : "http://quratulayni.blogspot.co.id"

Melakukan konfigurasi integrasi sistem operasi dengan jaringan (internet)
Merubah Nama Komputer (Hostname) dan WorkGroup di Windows
  1. Pertama buka ekspolorer, lalu klik kanan pada My Computer/ This PC > Properties
  2. Pertama buka ekspolorer, lalu klik kanan pada My Computer/ This PC > Properties
  3. Kemudian pilih Advanced System Settings
  4. Kemudian pilih Advanced System Settings
  5. Lalu klik tab Computer Name > Change
  6. Lalu klik tab Computer Name > Change
  7. Rubah seperti gambar dibawah ini
  8. Rubah seperti gambar dibawah ini
  9. Kemudian Restart
Menguji hasil integrasi sistem operasi dengan jaringan (internet)
Nah coba kita lihat hasil percobaan tadi apakah benar-benar berganti nama atau tidak? coba buka Network di Explorer dan lihat!
Nah coba kita lihat hasil percobaan tadi apakah benar-benar berganti nama atau tidak? coba buka Network di Explorer dan lihat!

Semoga bermanfaat!

Kata Kunci:
Konfigurasi Integrasi Sistem Operasi Jaringan, Fungsi Intergrasi sistem operasi dengan jaringan (internet), Melakukan konfigurasi integrasi sistem operasi dengan jaringan (internet), Menguji hasil integrasi sistem operasi dengan jaringan (internet)
Baca Selengkapnya

Friday, November 18, 2016

Audit Server pada Sistem Operasi Jaringan

Pengertian Audit, Audit adalah suatu proses yang sistematik untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan mengenai kegiatan dan kejadian. Dengan tujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta menyampaikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.


Audit Server pada Sistem Operasi Jaringan

Istilah audit sistem informasi umumnya digunakan untuk menjelaskan dua jenis aktivitas berbeda yang terkait dengan komputer, yaitu menjelaskan proses pengkajian ulang dan mengevaluasi pengendalian internal dalam sebuah sistem pemrosesan data elektronik.

Fungsi Audit Server
Fungsi audit tersedia dalam suatu paket GAS, yang didaftarkan dalam uraian sebagai berikut:
  • Memisahkan data dari file
  • Kalkulasi/perhitungan dengan data
  • Melakukan perbandingan dengan data
  • Peringkasan data
  • Penelitian data
  • Menyusunan kembali data
  • Pengumpulan data statistik
  • Pencetakan konfirmasi permintaan, analisis, dan keluaran lain

Proses Audit Server
  1. Tahap Perencanaan Audit
  2. Penting bagi auditor memperoleh dan meninjau ulang latar belakang informasi atas unit, aktivitas, atau fungsi yang akan diaudit. Auditor perlu mengumpulkan informasi dari klien untuk memperoleh suatu pemahaman menyangkut departemen DP dan sasaran hasilnya.
  3. Tahap Survei Persiapan
  4. Survei ini membantu auditor untuk mengidentifikasi area permasalahan, area sensitif, dan operasi yang rumit atas kesuksesan audit dari departemen DP.
  5. Tahap Audit yang Terperinci
  6. Kunci aktivitas untuk menguji dan mengevaluasi sepanjang tahap audit yang terperinci meliputi :
    + organisasi menyangkut fungsi pengolahan informasi,
    + praktek dan kebijakan sumber daya manusia,
    + operasi komputer,
    + pertimbangan implementasi dan pengembangan sistem,
    + pengoperasian sistem aplikasi.
  7. Pelaporan
  8. Pada penyelesaian dari audit operasional, suatu laporan dibagi-bagikan ke manajemen dan panitia audit perusahaan. Isi dari laporan ini bervariasi menurut harapan manajemen
  9. Memeriksa apakah ada fungsi manajemen Jaringan yang kuat dengan otoritas untuk membuat standar dan prosedur
  10. Memeriksa apakah tersedia dokumen mengenai inventarisasi peralatan Jaringan, termasuk dokumen penggantian peralatan
  11. Memeriksa apakah tersedia prosedur untuk memantau network usage untuk keperluan peningkatan kinerja dan penyelesaian masalah yang timbul
  12. Memeriksa apakah ada control secara aktif mengenai pelaksanaan standar untuk aplikasi-aplikasi on-line yang baru diimplementasikan.

Hasil Audit Server
  1. Untuk memonitor setiap perubahan pada konfigurasi kemanan jaringan,
  2. Untuk mengetahui siapa saja yang mengakses file-file tertentu,
  3. Untuk memonitor aktifitas dari sejumlah user jaringan,
  4. Untuk menyimpan rekaman kegiatan login dan logout berdasarkan tanggal dan waktu.

Semoga Bermanfaat!
Sumber: "http://alifbahtiean.blogspot.co.id/2016/08/audit-server.html"
Baca Selengkapnya