Wednesday, December 1, 2021

Musik Pop Islami di Indonesia

sumber : istock



Musik Pop Islami di Indonesia - Musik pop adalah musik yang banyak digemari di kalangan anak muda. Negara Indonesia adalah salah satu negara dengan mayoritas jumlah penduduknya beragama Islam. Untuk itu peminat lagu bertema Islami banyak diminati oleh penduduk Indonesia. Terlebih saat mendekati bulan Ramadhan atau bulan besar Islam, banyak bermunculan lagu-lagu bertema Islami yang mewarnai kancah dunia permusikan di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk para pekerja seni agar mengikuti segmen pasar yang ada sekarang.


Musik bertema Islam bukanlah suatu hal haru, setelah sebelumnya banyak dari para pekerja seni juga ikut membawakan lagu pop bertema Islam. Kini hal tersebut banyak diminati kembali. Meskipun masih terlalu banyak yang menyukai musik dangdut, namun lagu pop tetap memiliki penggemar tersendiri yang setiap saat setia menikmati lagu pop. Setiap orang memiliki selera musik sendiri-sendiri. Untuk itu silahkan menikmati lagu sesuai dengan pilihan yang disukai masing-masing individu.


Mendekati bulan Ramadhan, banyak dari para pekerja seni yang sebelumnya penyanyi lagu pop kini beralih ke musik pop Islam. Jika sebelumnya para pekerja seni terkenal sebagai artis Indonesia dengan karyanya lagu pop, kini mereka ikut menyemarakan dengan lagu Islami sesuai dengan segmen pasar yang diminati. Justru ini menjadi hal positif, karena banyak yang mengikuti. Berikut hal-hal positif dari banyaknya musik jenis pop islami yang kini ada di Infonesia.


Dampak Positif Musik Pop Islami di Indonesia


1. Lirik lagu positif

Dampak banyaknya musik pop Islami di Indonesia, kini sebagai bentuk penyampaian amanat isi lagu yang bersifat mendidik ke jalan yang benar. Jika sebelumnya lagu pop mayoritas bertemankan kegalauan cinta dan keputus asaan dalam hidup. Setelah adanya lagu pop Islami, kini penduduk Indonesia banyak disuguhkan dengan isi lagu yang menjadikan manusia lebih baik lagi. Meskipun banyak yang menganggap hal sepele, namun apa yang didengar itulah yang akan masuk dipikiran bawah sadar manusia. Di saat manusia banyak mendengarkan musik keputusasaan, secara tidak langsung alam bawah sadarnya akan merespon.


2. Berbusana sopan

Indonesia adalah negara yang menganut adab ketimuran. Untuk itu penting dalam berbusana juga harus mengikuti adab ketimuran. Namun kini banyak yang terkikis oleh budaya barat. Dengan mirisnya banyak para pekerja seni yang berbusana kurang sopan untuk dilihat anak kecil. Dengan adanya musik pop Islami, kini secara tidak langsung mengajak para pekerja seni dan penikmat lagunya untuk lebih sopan dalam berbusana sesuai dengan ajaran yang diyakini. Tentu dengan lagu yang banyak beralih ke Islami, penyanyi dan penontonnya akan malu dengan sendirinya jika tidak berpakaian sesuai dengan isi lagu.


3. Pemberi contoh

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat untuk orang lain. Untuk itu penting dalam kehidupan ini selalu memberi contoh yang baik. Jika dulu zaman Walisongo berdakwah melalui media wayang, kini zaman now dapat mengikuti jejak Walisongo dengan mendakwahkan Islam melalui lagu. Hal itulah yang harus disadari, karena jika bukan sekarang, maka Indonesia akan semakin terkikis akhlaknya jika tidak segera diperbaiki. Di saat menyampaikan kebaikan melalui semua lagu pop Islami, maka disaat itulah pahala akan mengalir dengan sendirinya. Untuk itu penting untuk berlomba memberi contoh yang baik.


4. Pembeda yang buruk

Salah satu kunci keberhasilan adalah berani menjadi beda dengan yang lain. Jika teman dan saudara banyak yang menyukai jenis musik lainnya. Maka menyukai musik pop Islami harus tahan banting, pasti akan ada orang yang dengan sengaja mengejek. Namun cukup untuk membalas senyuman setiap ejekan yang diberikan. Sejatinya lagu pop Islami jelas berbeda dengan yang lain. Isi lirik lagu cenderung bertema mengagungkan Allah, solusi permasalahan hidup, mencintai karena Allah dan berbagai tema positif lainnya yang patut dijadikan contoh oleh seorang muslim bersikap dalam kehidupan sehari-hari.


Musik Pop Islami di Indonesia


1. Para Pencari Mu

Lagu yang berjudul "Para Pencari Mu" yang dibawakan oleh band Ungu ini sempat menjadi trending lagu karena banyak yang menyukai lagu ini. Lagu yang bertema Ketuhanan ini dulu terkenal pada zamannya karena selain faktor dari penyanyinya yang sedang naik daun, juga didukung dengan isi lirik lagu yang mencerminkan keadaan para warga Indonesia pada umumnya yang mana beragama Islam namun jauh dari akhlak dan sifat seorang muslim. Lagu ini menjadi soundtranck sinetron Ramadhan dengan judul sinetron "Para Pencari Tuhan" yang dibintangi oleh artis senior Dady Mizwar.


2. Ku Pinang Kau dengan Bismillah

Judul lagi "Ku pinang Kau dengan Bismillah" termasuk musik pop Islami yang sukses dan banyak peminatnya. Lagu yang dibawakan oleh groub band Ungu dan Rossa  ini bertemakan cinta. Download lagu Ku Pinang Kau dengan Bismillah, Namun yang menjadikan lagu ini berbeda dengan lagu bertema cinta yang lainnya adalah lagu ini cinta yang bertumpu pada Allah, bukan hanya sekedar cinta berdasar nafsu belaka. Lagu ini mengajak para penikmat lagu untuk lebih semangat dalam mengadapi ujian hidup berupa kisah cinta. Apapun halangan dan rintangan jika memang diytakdirkan untuk bersama maka apapun rintangannya akan tetap dipertemukan kembali dalam keadaan yang lebih baik lagi.


3. Maulana Ya Maulana

Lagu "Maulana Ya Maulana" adalah lagu pop Islami yang dibawakan oleh groub gambus Sabyan. Lagu ini bertema MengEsakan Allah sebagai wujud Pencipta Kehidupan, sedangkan manusia adalah tempatnya khilaf dan salah. Groub gambus Sabyan meledak dipasaran setelah keberhasilannya dalam mengcover lagu dan dipublikasikan di chanel You Tube Sabyan. Grup gambus Sabyan kini banyak membawakan lagu Islami dan banyak penduduk Indonesia yang menerimanya. Hal ini salah satu wujud pencapaian terbesar, bahwa lagu bertema Islami juga mampu bersaing dengan lagu yang bertema umum.


4. Aisyah Istri Rasulullah

Lagu "Aisyah Istri Rasulullah" sempat menjadi lagu yang trending topik di berbagai chanel YouTube yang mencover lagunya. Hal ini menjadi bukti bahwa lagu pop Islami banyak peminatnya. Lagu yang juga penuh prokontra karena terkait kepemilikan lagu ini menceritakan tentang istri Rasulullah yakni Aisyah, di saat bersama Rasullullah dalam merajut kisah kasih. Lagu ini banyak disukai dari berbagai kalangan baik tua maupun muda, bahkan banyak anak-anak yang ikut mengcover lagunya dengan mengganti lirik yang sesuai lirik anak-anak.


Demikian bahasan seputar musik pop Islami yang mulai diterima semua kalangan baik atas maupun bawah. Bahwasanya banyak segi positif dari adanya lagu pop Islami yakni menjadikan manusia lebih baik lagi. Apa yang didengar dan dilihat itulah yang dicontoh. Untuk itu penting dalam memberikan tontonan dan hiburan yang baik. Jika apa yang dilihat dan didengar adalah suatu kebaikan maka kembalinya juga hal positif juga ke diri sendiri. Mulailah cerdas dalam menentukan pilihan yang terbaik. Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk semuanya dan menjadikan manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya.



Baca Selengkapnya
asjasb

Wednesday, March 31, 2021

Desain Interior dengan Aplikasi Processing

 Hai gaes, dah lama ga pernah ngisi blog dengan benar. kali ini saya akan sharing tentang desain visual dengan aplikasi processing 3.5.4. pada mata kuliah Grafika Komputer.


Aplikasi tambahan yang saya gunakan adalah FIGMA, Figma sendiri saya gunakan untuk menentukan titik koordinat pixel.

Jadi kalau mau tau lebih lanjut hubungi saya. ok?

Kodenya :

size(600,600);

fill(#807C7B);


//hexa tembok

beginShape();

vertex(50,210);

vertex(325,70);

vertex(550,180);

vertex(550,410);

vertex(275,550);

vertex(50,440);

vertex(50,210);

endShape();


//warna tembok

fill(#7F7375);

quad(60,215,325,82,325,288,60,428);

fill(#A59598);

quad(325,82,538,188,538,398,325,288);


//alas

fill(#CB9954);

quad(60,428,325,288,538,398,275,530);


//list dinding

fill(#ffffff);

quad(325,274,538,385,538,398,325,287);

quad(60,415,325,274,325,287,60,428);


//pintu

quad(79,227,162,187,162,374,79,418);

fill(#DEDEDE);

quad(90,236,152,205,152,379,90,412);


//gagang pintu

fill(#696969);

ellipse(144,310,7,7);


//kasur

fill(#B57130);

strokeWeight(3);

stroke(#63371E);

quad(328,231,409,273,409,317,328,275);

quad(326,231,407,273,407,317,326,275);


//kaki kasur

fill(#63371E);

strokeWeight(0);

rect(174,363,7,12,5);

rect(245,399,7,12,5);

rect(397,320,7,12,5);


fill(#B57130);

strokeWeight(3);

stroke(#63371E);

quad(165,359,325,274,409,318,249,401);


fill(#DFD9CE);

strokeWeight(1);

stroke(#F1EEE8);

quad(171,356,325,274,404,315,249,394);

quad(171,342,325,260,404,301,249,380);

quad(249,394,404,315,404,301,249,380);


fill(#CFCAC1);

quad(171,356,249,394,249,380,171,342);

line(287,280,365,321);


//bantal

beginShape();

vertex(310,290);

vertex(310,287);

vertex(341,268);

vertex(376,286);

vertex(376,292);

vertex(345,308);

vertex(310,290);

endShape();

line(310,287,345,306);

line(345,306,345,308);

line(345,306,376,286);


//meja

fill(#ADADAD);

strokeWeight(1);

stroke(#000000);

rect(401,326,3,45,5);

rect(438,309,3,45,5);

rect(476,364,3,45,5);

rect(510,345,3,45,5);


fill(#63371E);

strokeWeight(2);

stroke(#000000);

quad(393,322,439,299,524,344,478,367);


//laptop

fill(#FF90B8);

strokeWeight(1);

stroke(#eeeeee);

quad(426,324,445,313,473,328,453,338);

quad(445,315,445,293,472,307,472,329);


//kursi

fill(#ADADAD);

strokeWeight(1);

stroke(#000000);

rect(395,373,3,27);

rect(417,383,3,27);

rect(436,373,3,27);


fill(#258A14);

strokeWeight(2);

stroke(#000000);

beginShape();

vertex(421,379);

vertex(421,353);

vertex(395,339);

vertex(392,342);

vertex(392,374);

vertex(418,387);

vertex(443,374);

vertex(421,363);

endShape();


fill(#1A5B0E);

strokeWeight(0);

quad(393,342,418,355,418,386,393,373);



//hiasan dinding

fill(#81CFDB);

strokeWeight(4);

stroke(#ffffff);

quad(217,172,270,146,270,234,217,260);

fill(#154760);

beginShape();

vertex(218,225);

vertex(241,199);

vertex(248,204);

vertex(262,188);

vertex(269,194);

vertex(269,233);

vertex(218,258);

vertex(218,225);

endShape();

fill(#FCF54A);

strokeWeight(0);

ellipse(244,179,12,12);


//jendela

fill(#ffffff);

strokeWeight(1);

stroke(#000000);

quad(435,157,521,197,521,327,435,286);

fill(#81C9D8);

quad(447,177,509,206,509,304,447,275);


strokeWeight(2);

stroke(#ffffff);

line(465,240,487,217);

line(474,265,496,242);


//manusia

strokeWeight(1);

stroke(#000000);

//kepala

fill(#F1B993);

beginShape();

vertex(292,349);

vertex(289,354);

vertex(273,354);

vertex(264,345);

vertex(264,311);

vertex(294,311);

vertex(297,355);

vertex(288,362);

vertex(284,362);

vertex(281,354);

endShape();


//muka

fill(#000000);

ellipse(271,329,5,5);

ellipse(283,329,5,5);

line(269,324,274,324);

line(281,324,286,324);


line(278,337,276,339);

line(276,339,278,339);


beginShape();

vertex(274,344);

vertex(276,345);

vertex(283,345);

vertex(285,343);

endShape();


//rambut

fill(#FFC700);

beginShape();

vertex(270,313);

vertex(264,317);

vertex(261,311);

vertex(273,301);

vertex(285,300);

vertex(297,303);

vertex(303,311);

vertex(304,334);

vertex(300,338);

vertex(297,339);

vertex(295,326);

vertex(289,319);

vertex(288,313);

endShape(CLOSE);


//telinga

fill(#F1B993);

beginShape();

vertex(296,325);

vertex(301,325);

vertex(301,334);

vertex(297,335);

endShape(CLOSE);


//celana

fill(#8E6245);

beginShape();

vertex(287,419);

vertex(287,471);

vertex(273,465);

vertex(273,403);

vertex(303,419);

vertex(303,478);

vertex(287,471);

endShape(CLOSE);


//sepatu

fill(#000000);

beginShape();

vertex(273,465);

vertex(270,468);

vertex(272,473);

vertex(280,475);

vertex(287,471);

endShape(CLOSE);


beginShape();

vertex(288,472);

vertex(285,475);

vertex(287,480);

vertex(295,482);

vertex(303,478);

endShape(CLOSE);


//tangan kiri

fill(#F1B993);

beginShape();

vertex(297,383);

vertex(310,383);

vertex(310,421);

vertex(301,426);

vertex(294,421);

vertex(294,415);

endShape(CLOSE);


//tangan kanan

beginShape();

vertex(273,376);

vertex(267,376);

vertex(265,379);

vertex(246,370);

vertex(246,363);

vertex(244,366);

vertex(243,369);

vertex(240,371);

vertex(242,376);

vertex(269,389);

vertex(273,380);

endShape(CLOSE);




//baju

fill(#11B3D7);

beginShape();

vertex(273,376);

vertex(267,376);

vertex(273,357);

vertex(273,355);

vertex(273,403);

vertex(299,417);

vertex(299,383);

vertex(310,383);

vertex(310,365);

vertex(297,355);

vertex(288,362);

vertex(284,362);

vertex(282,355);

vertex(273,355);

endShape(CLOSE);


//text

String s = "Nama : Muhammad Sibro";

textSize(12);

fill(#030303);

text(s, 20,520,200,80);  // Text wraps within text box

atau langsung download aja sini

harus page one

Baca Selengkapnya
asjasb

Sunday, November 24, 2019

Aljabar Boolean

Aljabar Boolean atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Boolean Algebra adalah matematika yang digunakan untuk menganalisis dan menyederhanakan Gerbang Logika pada Rangkaian-rangkaian Digital Elektronika. Boolean pada dasarnya merupakan Tipe data yang hanya terdiri dari dua nilai yaitu “True” dan “False” atau “Tinggi” dan “Rendah” yang biasanya dilambangkan dengan angka “1” dan “0” pada Gerbang Logika ataupun bahasa pemrograman komputer. Aljabar Boolean ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang Matematikawan yang berasal dari Inggris pada tahun 1854. Nama Boolean sendiri diambil dari nama penemunya yaitu George Boole.

Hukum Aljabar Boolean

Dengan menggunakan Hukum Aljabar Boolean ini, kita dapat mengurangi dan menyederhanakan Ekspresi Boolean yang kompleks sehingga dapat mengurangi jumlah Gerbang Logika yang diperlukan dalam sebuah rangkaian Digital Elektronika.
Dibawah ini terdapat 6 tipe Hukum yang berkaitan dengan Hukum Aljabar Boolean

Hukum Komutatif (Commutative Law)

Hukum Komutatif menyatakan bahwa penukaran urutan variabel atau sinyal Input tidak akan berpengaruh terhadap Output Rangkaian Logika.
Contoh :
Perkalian (Gerbang Logika AND)
X.Y = Y.X
Penjumlahan (Gerbang Logika OR)
X+Y = Y+X
Catatan : Pada penjumlahan dan perkalian, kita dapat menukarkan posisi variabel atau dalam hal ini adalah sinyal Input, hasilnya akan tetap sama atau tidak akan mengubah keluarannya.Hukum Komutatif pada Aljabar Boolean

Hukum Asosiatif (Associative Law)

Hukum Asosiatif menyatakan bahwa urutan operasi logika tidak akan berpengaruh terhadap Output Rangkaian Logika.
Contoh :
Perkalian (Gerbang Logika AND)
W . (X . Y) = (W . X) . Y
Hukum Asosiatif Aljabar Boolean
Penjumlahan (Gerbang Logika OR)
W + (X + Y) = (W + X) + Y
Hukum Asosiatif OR pada Ajabar Boolean
Catatan : Pada penjumlahan dan perkalian, kita dapat mengelompokan posisi variabel dalam hal ini adalah urutan operasi logikanya, hasilnya akan tetap sama atau tidak akan mengubah keluarannya. Tidak peduli yang mana dihitung terlebih dahulu, hasilnya tetap akan sama. Tanda kurung hanya sekedar untuk mempermudah mengingat yang mana akan dihitung terlebih dahulu.

Hukum Distributif

Hukum Distributif menyatakan bahwa variabel-variabel atau sinyal Input dapat disebarkan tempatnya atau diubah urutan sinyalnya, perubahan tersebut tidak akan mempengaruhi Output Keluarannya.Hukum Distributif Aljabar Boolean

Hukum AND (AND Law)

Disebut dengan Hukum AND karena pada hukum ini menggunakan Operasi Logika AND atau perkalian. Berikut ini contohnya :Hukum AND Aljabar Boolean

Hukum OR (OR Law)

Hukum OR menggunakn Operasi Logika OR atau Penjumlahan. Berikut ini adalah Contohnya :Hukum OR Aljabar Boolean

Hukum Inversi (Inversion Law)

Hukum Inversi menggunakan Operasi Logika NOT. Hukum Inversi ini menyatakan jika terjadi Inversi ganda (kebalikan 2 kali) maka hasilnya akan kembali ke nilai aslinya.Hukum NOT Aljabar Boolean




Sumber:
Baca Selengkapnya

Monday, October 7, 2019

Yang Dimaksud Swapping

Dalam batch system, organisasi memori dlm partisi tetap sederhana dan efektif
Dalam timesharing system atau berorientasi grafik, situasinya berbeda. Kadang-kadang
memori tidak cukup utk memegang semua proses, shgg sebagian proses
harus di simpan dlm disk dan diambil utk dijalankan secara dinamik


Ada 2 pendekatan tgt dari ketersediaan hardware :
• Swapping
• Virtual memory

Swapping dilakukan dg membawa keseluruhan proses dan menjalankannya dlm
waktu singkat kemudian meletakkanya kembali dalam disk. Vitual memori :
program dijalankan secara partial dlm memori utama

Perbedaan utama swapping vs multiprogramming dg partisi tetap
variabel partisi: jumlah, lokasi dan ukuran sangat dinamis dpt berubah-ubah sepanjang waktu.

Ketika swapping dilakukan, mungkin banyak ‘lubang’ (ruang kosong) terbentuk dlmmemori, lubang-lubang ini bisa digabungkan menjadi ukuran yg besar _ memory compaction (pemadatan), tetapi ini memerlukan waktu CPU yg besar .
Contoh
mesin dg kecepatan copy 4 byte dlm 40 nsec, perlu 2,7 sec utk
meng-compact semua memory berukuran 256 MB








Bila ukuran proses yg dibuat selalu tetap, maka alokasi utk proses : tetap

Bila ukuran proses yg dibuat bias berkembang, maka alokasi utk proses : ada tambahan memori utk ruang tumbuh proses (kalau tdk proses akan wait/killed)

Ada 2 kemungkinan ruang tumbuh proses:
a. Growing data segment
b. Growing data segment dan growing stack




Manajemen Memori dg Bitmaps
• Ketika memori diassign secara dinamis, SO harus mengelola hal tsb
• secara umum ada 2 cara utk mengimplementasikan hal tsb :
• Manajemen memori dg Bitmaps
• Manajemen memori dg Linked List Dg sebuah bitmap, memori akan dibagi menjadi unit-unit alokasi dlm ukuran kecil
• Utk setiap unit alokasi , 0: unit yg bebas, 1: unit yg ditempati
• ukuran unit alokasi merupakan isu desain yg penting
• Semakin kecil ukuran unit alokasi _ semakin besar ukuran bitmap penggunaan memori oleh bitmap tdk maksimal
• Semakin besar ukuran unit alokasi _ semakin kecil ukuran bitmap memori yg cukup besar akan terbuang pd unit proses terakhir jika ukuran proses tdk persis dg kumpulan unit alokasi yg ada.


Manajemen Memori dg Bitmaps
• Kelebihan Bitmaps
Sebuah bitmap memberikan cara yg mudah utk mengatur memori dlm jumlah yg
tetap karena ukuran bitmap tergantung dari ukuran memori dan ukuran unit alokasi.
• Kelemahan/masalah penggunaap bitmaps
ketika sebuah k unit proses ditangani, manajer memori harus mencari bitmap dg kbit 0 yg berurutan. Proses pencarian memerlukan waktu yg lama.
• Gambar 1 Bitmap dg 8 unit alokasi dan represntasi dg Linked List(Tan 199)




Sebuah elemen list terdiri atas :
• Segmen : proses/hole
• starts : posis awal dari unit alokasi ( dimulai dari 0)
• length : panjang dari segmen (dlm unit alokasi)
• next : pointer utk menunjuk segmen berikutnya
• segmen list diurutkan berdasarkan alamatnya. Pengurutan seperti ini memiliki

keuntungan dlm terminasi proses, swapped out suatu proses, update list.
• Beberapa algoritma pengalokasi-an memori utk membuat proses baru :
• First Fit
• Next Fit
• Best Fit
• Worst Fit
• Quick Fit

Berikut adalah kemungkinan terminasi proses X (ketika X tdk terletak pada posisi
teratas /terbawah memori ) :



Sebelum dan sesudah X diterminasi
First Fit
• Pencarian blok memori kosong /hole dimulai dari awal
• Hole yang dipilih adalah blok memori yang pertama kali ditemukan dan
ukurannya sesuai. Hole kemudian dipecah menjadi 2: utk proses dan unused
memory.
• Merupakan algoritma yang cepat dan paling sederhana
• Next Fit
• Merupakan minor variation dari Fisrt Fit


Perbedaanya: pencarian hole dimulai pada posisi terakhir pencarian
• Performansi sedikit dibawah First Fit
• Best Fit
• Pencarian hole dilakukan pada keseluruhan list dan memilih hole terkecil yg
sesuai dg kebutuhannya
• Lebih lambat daripada 2 algo. sebelumnya
• Banyak menghasilkan ‘wasted memory’ karena ia cenderung memenuhi
memori dg ukuran yg kecil-kecil (ini kurang bgt berguna)


Worst Fit
• Pencarian hole dilakukan pada keseluruhan list dan memilih hole terbesar
• Hasil simulasi: performansi tdk lebih baik dari algo. sebelumnya
• Quick Fit
• Holes dan proses disimpan dalam list yang berbeda
• Pencarian hole yang sesuai jauh lebih cepat
• Kelemahan , proses2 berikut menjadi sulit dilakuakn:
Termimasi proses
• Swapped out suatu proses
• Melihat apakah merger memungkinkan/tidak

sumber : http://enda-wahyu.blogspot.com/p/pengertian-swe.html
Baca Selengkapnya

Monday, September 30, 2019

Tentang Memori Internal

Image result for memory computer
Memori Internal
Apa itu Memori? Memori adalah bagian dari komputer tempat program–program dan data–data disimpan.

Lalu apa itu Memori Internal? Memori Internal adalah Memory yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor. Dalam hal ini yang disimpan di dalam memori utama dapat berupa data atau program.

Fungsi dari memori utama sendiri adalah :
1. Menyimpan data yang berasal dari peranti masukan sampai data dikirim ke ALU (Arithmetic and Logic Unit) untuk diproses.
2. Menyimpan daya hasil pemrosesan ALU sebelum dikirimkan ke peranti keluaran Menampung program/instruksi yang berasal dari peranti masukan atau dari peranti pengingat sekunder.

Jenis - Jenis Memory Internal:
1. RAM (Random Access Memory)
jenis memori yang isinya dapat diganti-ganti selama komputer dihidupkan dan sebagai suatu penyimpanan data yang dapat dibaca atau ditulis dan dapat dilakukan secara berulang-ulang dengan data yang berbeda-beda. Jenis memori ini merupakan jenis volatile (mudah menguap), yaitu data yang tersimpan akan hilang jika catu dayanya dimatikan.

Karena alasan tersebut, maka program utama tidak pernah disimpan di RAM. Random artinya data yang disimpan pada RAM dapat diakses secara acak. Modul memori RAM yang umum diperdagangkan berkapasitas 1GB, 2GB, 4GB, 8GB dst.

RAM dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu jenis Statik dan Dinamik.
RAM statik menyimpan satu bit informasi dalam sebuah flip-flop. RAM statik biasanya digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang tidak memerlukan kapasitas memori RAM yang besar.
RAM dinamik menyimpan satu bit informasi data sebagai muatan. RAM dinamik menggunakan kapasitansi gerbang substrat sebuah transistor MOS sebagai sel memori elementer. Untuk menjaga agar data yang tersimpan RAM dinamik tetap utuh, data tersebut harus disegarkan kembali dengan cara membaca dan menulis ulang data tersebut ke memori. RAM dinamik ini digunakan untuk aplikasi yang memerlukan RAM dengan kapasitas besar, misalnya dalam sebuah komputer pribadi (PC).

Jenis RAM Terbaru:
DRAM (Dynamic Random Access Memory)
Di ciptakan oleh perusahaan IBM pada tahun 1970. Memiliki kecepatan antara 4,77 MHz sampai dengan 40 MHz.
FPM DRAM (Fast Page Mode DRAM)
Diciptakan pada tahun 1987, lebih dikenal dengan nama FPM. FPM sendiri memiliki kecepatan antara 16 MHz sampai dengan 66 MHz.
EDO DRAM (Extended Data Output Dynamic Random Access Memory)
Munculnya EDO DRAM untuk menyempurnakan jenis memori sebelumnya yaitu FPM DRAM. EDO RAM sendiri digunakan oleh komputer dengan prosesor Intel 486 dan juga intel pentium generasi pertama. Saya sendiri walaupun tidak pernah merasakan kemampuan dari jenis memori RAM komputer ini namun saya pernah memilikinya. Kebetulan prosesor yang digunakan Intel pentium I. Ukurannya sangatlah kecil, mirip dengan RAM Laptop.
SD RAM (Synchoronous Dynamic RAM)
Pada tahun 1996 dan 1997 muncul SD RAM PC 66. PC 66 berarti RAM ini memiliki kecepatan 66 MHz. Kemudian muncul lagi SD RAM PC 100 yang digunakan untuk komputer pentium II. Pada tahun 1999, SDRAM PC 133 di luncurkan ke pasaran. SDRAM terus ditingkatkan menjadi PC 150.
RD RAM (Rambus DRAM)
Sering juga disebut dengan DRDRAM atau juga Rambus memory merupakan jenis ram yang memiliki kecepatan sangat tinggi pada masa itu. RAM jenis ini bisa mengalirkan data 1GB / s. Cukup jauh apabila dibandingkan dengan SDRAM. Namun menurut sumber yang pernah saya baca, Rambus RAM akhirnya menghilang dari pasaran dikarenakan harganya yang terlampau tinggi.
DDR SDRAM (double data rate synchoronous RAM)
Pada tahun 1999, dua perusahaan yang saling bersaing yaitu AMD dan Intel meningkatkan kecepatan clock prosesornya masing-masing. Dan ini berimbas kepada kebutuhan RAM yang bisa mengimbangi kemampuan prosesor tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut maka di ciptakan DDR SDRAM atau yang lebih dikenal dengan RAM tipe DDR1. Umumnya untuk prosesor pentium III sampai dengan pentium IV.
DDR2 SDRAM
Pengembangan berlanjut ke jenis terbaru. RAM ini muncul pada tahun 2005. DDR2 memiliki kecepatan lebih baik. RAM tipe DDR2 pun saat ini masih banyak beredar walaupun untuk kapasitas 2GB sangat sulit untuk ditemui di pasaran. Walaupun ada harganya lumayan mahal, bahkan setara dengan 4GB DDR3. RAM ini digunakan dari prosesor pentium IV sampai dengan generasi Core Duo. RAM tipe ini membutuhkan daya sebesar 1,8 Volt.
DDR3 SDRAM
Pada pertengahan tahun 2007 muncul kembali jenis RAM terbaru yaitu DDR3 SD RAM. Membutuhkan daya hanya 1,5Volt. Kemampuan yang lebih baik begitu juga lebih irit daya membuat RAM DDR2 tertinggal jauh. Namun harganya pada waktu itu cukuplah tinggi membuat RAM ini belum dilirik orang lain. Barulah pada tahun 2010 RAM ini mulai diburu pengguna komputer. Untuk saat ini harga RAM DDR3 jauh lebih murah daripada DDR2. RAM ini mulai digunakan pada prosesor Core Duo sampai dengan Core i7.
DDR4 SDRAM
RAM yang dirilis pada tahun 2014 namun ternyata baru bisa digunakan pada tahun 2015 merupakan RAM tipe paling baru saat ini. Untuk harga sendiri masih belum bisa dijangkau untuk kalangan biasa. Apalagi RAM ini masih diperuntukkan untuk prosesor kelas atas miliknya Intel.

2. ROM (Read Only Memory)
perangkat keras pada komputer berupa chip memori semikonduktor yang isinya hanya dapat dibaca. Jenis memori ini datanya hanya bisa dibaca dan tidak bisa ditulis secara berulang-ulang. Memori ini berjenis non-volatile, artinya data yang disimpan tidak mudah menguap (hilang) walaupun catu dayanya dimatikan.

ROM pada komputer disediakan oleh vendor komputer dan berisi program atau data.Di dalam PC, ROM biasa disebut BIOS (Basic Input/Output System) atau ROM-BIOS. Instruksi dalam BIOS inilah yang akan dijalankan oleh mikroprosesor ketika komputer mulai dihidupkan.

Jenis ROM:
PROM ( Progamble ROM)
Merupakan sebuah chip memory yang hanya dapat diisi data satu kali saja. Sekali saja program dimasukkan ke dalam sebuah PROM, maka program tersebut akan beradapada PROM seterusnya. Berbeda hanya dengan RAM, pada PROM data akan tetap aka nada walaupun computer dimatikan.
RPROM (Re-Programble ROM)
RPROM yaitu ROM yang bisa kita program kembali dengan catatan hanya boleh satu kali perubahan setelah itu tidak dapat lagi diprogram.
EPROM (Eraseble Programble ROM)
EPROM adalah jenis khusus PROM yang dapat dihapus dengan bantuan sinar ultra violet, setelah dihapus, EPROM dapat deprogram lagi.
EEPROM (Elektrically Eraseble Programble ROM)
EEPROM adalah tipe khusus dari PROM yang bisa dihapus dengan memakai perintah elektris. EEPROM dapat menyimpan isi datanya bahkan saat listrik sudah mati.

Referensi:


Baca Selengkapnya