CCNA R/S Training “Routing RIPV2”

5 min read

Assalamualaikum ..

1.Latar Belakang
Alhamdulillah kali ini postingan ketiga sudah sampai ke hadapan kalian semua teman teman,saya jadi lega karena kali ini routing yang saya konfigurasikan adalah RIPv2,yang pastinya lebih Canggih dari pada RIP yang sebelumnya..untuk lebih jelasnya .yUkk kita pelajari bareng bareng..

2.Pengertian

Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation/ RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

Cara Kerja RIP


  1. Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
  2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
  3. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
  4. Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
  5. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
  6. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung

Perbedaan IPV1 dan IPV2

  1. RIP versi 1

Menggunakan classful routing. Pembaruan routing periodik tidak membawa subnet informasi, dukungan kurang untuk subnet mask panjang variabel  (VLSM).
Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki ukuran yang berbeda subnet
yang sama dalam kelas jaringan . Dengan kata lain, semua subnet dalam jaringan kelas harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk otentikasi router, membuat RIP rentan terhadap berbagai versi RIP attacks.RIP versi 1 hanya ada jumlah hop 16 (0-15). Jika ada lebih dari 16 hop antara dua router itu gagal untuk mengirim paket data ke alamat tujuan.

  1. RIP versi 2

Karena kekurangan dari spesifikasi asli RIP, maka RIP versi 2 (RIPv2) di ciptakan,kemampuan yang di miliki untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung classless inter-domain routing(CIDR ). Untuk menjaga kompatibilitas ke belakang, jumlah hop limit 15 tetap. RIPv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya interoperate dengan spesifikasi awal jika semua protokol bidang Harus Zero dalam pesan RIPv1 yang benar ditentukan. Selain itu, fitur beralih kompatibilitas berbutir interoperabilitas memungkinkan penyesuaian saja. Dalam upaya untuk menghindari beban yang tidak perlu di host yang tidak berpartisipasi dalam routing, multicastRIPv2 tabel routing seluruh untuk semua router berdekatan di alamat 224.0.0.9, sebagai lawan RIPv1 yang menggunakan siaran.Pengalamatan unicast masih diperbolehkan untuk aplikasi khusus.
3.Maksud dan Tujuan
konfigurasi RIPV2 dengan tujuan melihat jalur terbaik yang akan dilakukan router dalam mencapai host Tujuan

4.Alat yang Dipersiapkan

  • Cisco Packet Tracer
  • Komputer


5.Tahap Pelaksanaan

  •  Langkah Pertama teman teman bisa membuat topologi seperti dibawah ini

Pada gambar dibawah saya menggunakan 4 router yang dihubungkan dengan kabel serial

  • Kemudian Kita Konfigurasi di setiap routernya 

Router0


Router>en

Router#conf

Router(config)#int lo0

Router(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.0.0.0

Router(config-if)#ex

Router(config-if)#int se0/0/0

Router(config-if)#ip add 12.1.1.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no sh

Router(config-if)#ex

Router(config)#router rip

Router(config-router)#version 2

Router(config-router)#network 1.0.0.0

Router(config-router)#network 12.0.0.0

Router(config-router)#no auto-summary

Router(config-router)#ex

Router(config)#ex

Router#



Router1



Router>en

Router#conf t

Router(config)#int lo0

Router(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.0.0.0

Router(config-if)#ex

Router(config)#int se0/0/0

Router(config-if)#ip add 12.1.1.2 255.255.255.0

Router(config-if)#no sh

Router(config-if)#ex

Router(config)#int se 0/0/1

Router(config-if)#ip add 23.1.1.2 255.255.255.0

Router(config-if)#no sh

Router(config-if)#ex

Router(config)#ex

Router#

Router#conf t

Router(config)#router rip

Router(config-router)#version 2

Router(config-router)#network 2.0.0.0

Router(config-router)#network 12.0.0.0

Router(config-router)#network 23.0.0.0

Router(config-router)#no auto-summary

Router(config-router)#ex

Router(config)#ex

Router#





Router2



Router>en

Router#conf t

Router(config)#int lo0

Router(config-if)#ip add 3.3.3.3 255.0.0.0

Router(config-if)#int se0/0/1

Router(config-if)#ip add 23.1.1.3 255.255.255.0

Router(config-if)#no sh

Router(config-if)#int se0/1/0

Router(config-if)#ip add 34.1.1.3 255.255.255.0

Router(config-if)#no sh

Router(config-if)#

Router(config-if)#ex

Router(config)#

Router(config)#ex

Router#conf t

Router(config)#router rip

Router(config-router)#version 2

Router(config-router)#network 3.0.0.0

Router(config-router)#network 23.0.0.0

Router(config-router)#network 34.0.0.0

Router(config-router)#no auto-summary

Router(config-router)#ex

Router(config)#ex

Router#

Router#sh ip route

Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP

D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area

N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2

E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP

i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area

* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR

P – periodic downloaded static route




Gateway of last resort is not set




R 1.0.0.0/8 [120/2] via 23.1.1.2, 00:00:19, Serial0/0/1

R 2.0.0.0/8 [120/1] via 23.1.1.2, 00:00:19, Serial0/0/1

C 3.0.0.0/8 is directly connected, Loopback0

R 4.0.0.0/8 [120/1] via 34.1.1.4, 00:00:01, Serial0/1/0

12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets

R 12.1.1.0 [120/1] via 23.1.1.2, 00:00:19, Serial0/0/1

23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets

C 23.1.1.0 is directly connected, Serial0/0/1

34.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets

C 34.1.1.0 is directly connected, Serial0/1/0

Router#wr

Building configuration…

[OK]

Router#




Router3



Router>en

Router#conf t

Router(config)#int lo0

Router(config-if)#ip add 4.4.4.4 255.0.0.0

Router(config-if)#no sh

Router(config-if)#int se0/1/0

Router(config-if)#ip add 34.1.1.4 255.255.255.0

Router(config-if)#no sh

Router(config-if)#ex

Router(config)#ex

Router#

Router#conf t

Router(config)#router rip

Router(config-router)#version 2

Router(config-router)#network 4.0.0.0

Router(config-router)#network 34.0.0.0

Router(config-router)#no auto-summary

Router(config-router)#ex

Router(config)#ex

Router#


 

  • Untuk memperjelas apakah router kita sudah pasti terkonfigurasi RIP kita bisa mengetikkan perintah #sh ip route atau #sh ip router rip

Jika sudah ada simbol R maka sudah terkonfigurasi RIP

  • Dan jangan lupa mengetik #wr untuk menyimpan konfigurasi agar tidak hilang

Router0

Router#sh ip ro

Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP

D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area

N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2

E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP

i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area

* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR

P – periodic downloaded static route




Gateway of last resort is not set




C 1.0.0.0/8 is directly connected, Loopback0

R 2.0.0.0/8 [120/1] via 12.1.1.2, 00:00:08, Serial0/0/0

R 3.0.0.0/8 [120/2] via 12.1.1.2, 00:00:08, Serial0/0/0

R 4.0.0.0/8 [120/3] via 12.1.1.2, 00:00:08, Serial0/0/0

12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets

C 12.1.1.0 is directly connected, Serial0/0/0

23.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks

R 23.0.0.0/8 is possibly down, routing via 12.1.1.2, Serial0/0/0

R 23.1.1.0/24 [120/1] via 12.1.1.2, 00:00:08, Serial0/0/0

34.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks

R 34.0.0.0/8 [120/2] via 12.1.1.2, 00:00:08, Serial0/0/0

R 34.1.1.0/24 [120/2] via 12.1.1.2, 00:00:08, Serial0/0/0

Router#wr

Building configuration…

[OK]

Router#


Router1
Router#sh ip route

Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP

D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area

N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2

E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP

i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area

* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR

P – periodic downloaded static route




Gateway of last resort is not set




R 1.0.0.0/8 [120/1] via 12.1.1.1, 00:00:03, Serial0/0/0

C 2.0.0.0/8 is directly connected, Loopback0

R 3.0.0.0/8 [120/1] via 23.1.1.3, 00:00:08, Serial0/0/1

R 4.0.0.0/8 [120/2] via 23.1.1.3, 00:00:08, Serial0/0/1

12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets

C 12.1.1.0 is directly connected, Serial0/0/0

23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets

C 23.1.1.0 is directly connected, Serial0/0/1

34.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks

R 34.0.0.0/8 [120/1] via 23.1.1.3, 00:02:16, Serial0/0/1

R 34.1.1.0/24 [120/1] via 23.1.1.3, 00:00:08, Serial0/0/1

Router#wr

Building configuration…

[OK]

Router#



 Router2
Router#sh ip route

Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP

D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area

N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2

E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP

i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area

* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR

P – periodic downloaded static route




Gateway of last resort is not set




R 1.0.0.0/8 [120/1] via 12.1.1.1, 00:00:03, Serial0/0/0

C 2.0.0.0/8 is directly connected, Loopback0

R 3.0.0.0/8 [120/1] via 23.1.1.3, 00:00:08, Serial0/0/1

R 4.0.0.0/8 [120/2] via 23.1.1.3, 00:00:08, Serial0/0/1

12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets

C 12.1.1.0 is directly connected, Serial0/0/0

23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets

C 23.1.1.0 is directly connected, Serial0/0/1

34.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks

R 34.0.0.0/8 [120/1] via 23.1.1.3, 00:02:16, Serial0/0/1

R 34.1.1.0/24 [120/1] via 23.1.1.3, 00:00:08, Serial0/0/1

Router#wr

Building configuration…

[OK]

Router#
  Router3
Router#sh ip route

Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP

D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area

N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2

E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP

i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area

* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR

P – periodic downloaded static route




Gateway of last resort is not set




R 1.0.0.0/8 [120/3] via 34.1.1.3, 00:00:09, Serial0/1/0

R 2.0.0.0/8 [120/2] via 34.1.1.3, 00:00:09, Serial0/1/0

R 3.0.0.0/8 [120/1] via 34.1.1.3, 00:00:09, Serial0/1/0

C 4.0.0.0/8 is directly connected, Loopback0

12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets

R 12.1.1.0 [120/2] via 34.1.1.3, 00:00:09, Serial0/1/0

23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets

R 23.1.1.0 [120/1] via 34.1.1.3, 00:00:09, Serial0/1/0

34.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets

C 34.1.1.0 is directly connected, Serial0/1/0

Router#wr

Building configuration…

[OK]

Router#
  • Kemudian kita coba ping dari router satu ke router lainnya



6.Hasil dan Kesimpulan
 Jadi dibandingkan dengan routing RIP biasa,maka RIPV2 ini lebih classless dan tidak lagi memasukkan semua network yang ada,tinggal kita memasukan network direct ,artinya network yang terhubung langsung dengan router kalau teman teman tidak tau mana network yang direct maka teman teman dapat mngetikkan perintah #sh ip route ,kemudian simbol C mempunyai network yang akan kita masukan ke Routing RIPV2 tersebut.Selesai….

7.Referensi
Nixtrain

Aljabar Boolean

sibro
1 min read

Yang Dimaksud Swapping

sibro
2 min read

Tentang Memori Internal

sibro
3 min read

Leave a Reply